Ceasefire Iran Tekan Dolar, Euro-Pound-Yen Menguat Serentak
Dolar AS jatuh ke level terendah dalam sebulan terhadap sekeranjang mata uang pada hari Rabu (8/4), terseret pelepasan posisi safe haven setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan. Pelemahan greenback terjadi terhadap seluruh mata uang negara maju, seiring pasar menilai risiko geopolitik mereda dan selera risiko kembali.
Euro naik 0,9% ke US$1,1698, tertinggi sejak awal Maret. Poundsterling menguat 1% ke US$1,3428. Dolar turun hampir 1% terhadap yen ke 158,12. Indeks dolar melemah untuk hari ketiga beruntun dan menyentuh 98,838, terlemah sejak 11 Maret.
Kesepakatan diumumkan kurang dari dua jam sebelum tenggat yang ditetapkan Presiden Donald Trump untuk Teheran membuka Selat Hormuz berakhir. Trump menyebut kesepakatan bergantung pada persetujuan Iran untuk menghentikan blokade arus minyak dan gas melalui selat yang biasanya menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.
Pergerakan FX berjalan seiring reli tajam saham dan obligasi pemerintah, sementara harga minyak turun kuat. Brent merosot 13,4% ke US$94,68 per barel, meski masih jauh di atas level pra-perang. Penurunan energi menggeser fokus pasar ke langkah bank sentral berikutnya, karena perubahan harga minyak memengaruhi prospek inflasi dan jalur suku bunga.
Pasar kini mematok peluang sekitar 50% pemangkasan suku bunga The Fed pada akhir tahun, setelah sebelumnya tidak melihat peluang penurunan. Untuk Eropa, pelaku pasar melihat dua kali kenaikan suku bunga ECB hingga Januari, turun dari hampir tiga kali pekan lalu. Dolar sempat menjadi pemenang utama selama perang, dengan indeks naik 2,2% pada Maret karena pasar menilai AS sebagai eksportir energi bersih akan menanggung dampak ekonomi lebih kecil dibanding importir seperti Jepang dan sebagian besar Eropa.
Di luar G-10, dolar Selandia Baru melonjak 1,7% ke US$0,5825 setelah RBNZ menahan suku bunga 2,25% untuk pertemuan kedua dan menyatakan siap bertindak bila tekanan inflasi menguat. Won Korea menguat 1,6% ke 1.477,10—apresiasi harian terbesar sejak perang dimulai—meski pasar juga memantau ketegangan baru setelah Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik.
Perhatian pasar berikutnya tertuju pada implementasi gencatan senjata, kelancaran arus Hormuz, arah minyak pasca-penurunan tajam, serta penyesuaian ekspektasi kebijakan The Fed dan ECB. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id