Dolar Melemah Tipis, Pasar Cermati Dorongan Ceasefire Iran
Dolar AS melemah pada Senin (6/4) ketika investor menilai upaya para mediator untuk mengamankan gencatan senjata sementara dalam perang di Iran. Indeks dolar turun 0,1% ke 99,89 pada 09:08 ET, sementara euro naik 0,3% ke US$1,1555 dan poundsterling menguat 0,4% ke US$1,3249.
Pergerakan ini mencerminkan berkurangnya permintaan safe haven di tengah sinyal diplomasi, meski pesan terkait arah konflik tetap campuran. Reuters melaporkan AS dan Iran telah menerima kerangka rencana penghentian permusuhan, namun Teheran menolak pembukaan segera Selat Hormuz. Kerangka yang disebut dimediasi Pakistan itu mencakup gencatan senjata segera, lalu pembicaraan menuju penyelesaian lebih luas dalam 15–20 hari.
Axios sebelumnya melaporkan AS, Iran, dan mediator regional mendiskusikan opsi gencatan senjata 45 hari sebagai bagian dari kesepakatan dua fase yang dapat mengarah pada akhir perang permanen. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Hormuz—jalur sekitar seperlima aliran minyak dunia—hingga Selasa malam, setelah sebelumnya menetapkan tenggat Senin.
Dolar sempat menguat tajam sejak konflik dimulai pada akhir Februari karena statusnya sebagai aset relatif aman. Namun, setiap kemajuan menuju jeda konflik berpotensi memicu rotasi ke mata uang berisiko, sementara ketidakpastian soal Hormuz dan tenggat Trump menjaga volatilitas tetap tinggi. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id