Dolar Tergelincir vs G10 Usai Sinyal Gencatan Senjata
Dolar AS melemah pada hari Senin (6/4) terhadap seluruh mata uang Group-of-10 setelah laporan Axios menyebut pembicaraan sedang berlangsung untuk potensi gencatan senjata dalam perang Iran. Pergeseran sentimen ini mendorong reli mata uang berisiko dan menekan permintaan dolar sebagai aset lindung nilai.
Indeks dolar Bloomberg Spot turun hingga 0,3%. Di saat yang sama, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 2 basis poin ke 4,36%, menandakan pasar tetap menilai jalur suku bunga dan premi risiko obligasi secara terpisah dari pergerakan FX harian. Likuiditas juga tipis: data DTCC menunjukkan volume transaksi berada di sekitar 50% dari rata-rata terbaru karena banyak pasar Eropa tutup pada Senin, demikian pula Australia, Selandia Baru, China daratan, dan Hong Kong.
Axios melaporkan AS, Iran, dan sejumlah mediator regional membahas syarat gencatan senjata 45 hari yang dapat mengarah pada berakhirnya perang secara permanen, mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. “Kita melihat reli risk FX dari headline ini,” kata Charu Chanana, strategist di Saxo Capital Markets, namun ia mengingatkan pasar bisa kembali “berlari mendahului diplomasi.”
Di pasar utama, AUD/USD naik 0,6% ke 0,6934, sementara USD/SEK turun 0,9% ke 9,3982. EUR/USD menguat 0,3% ke 1,1558 dan GBP/USD naik 0,4% ke 1,3251. USD/JPY turun 0,2% ke 159,35, dengan perhatian tambahan pada Jepang setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan negaranya telah mengamankan pasokan naphtha untuk menutup setidaknya empat bulan kebutuhan, upaya meredakan kekhawatiran krisis pasokan.
Pasar kini memantau kredibilitas dan detail pembicaraan ceasefire, respons resmi pihak terkait, serta apakah pergerakan risk-on bertahan di tengah volume yang tipis dan perubahan cepat headline geopolitik. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id