• Sat, Mar 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 March 2026 03:37  |

Dolar dan Yield Naik saat Perang Iran Bersiap Masuk Pekan Keempat

Dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik pada Jumat (20/3), ketika investor menghadapi kekhawatiran perang Iran akan berlangsung lebih lama dan menimbang risiko lonjakan harga energi selama akhir pekan. Pergerakan ini terjadi seiring aksi jual pada Treasury dan meningkatnya permintaan aset defensif.

Indeks Bloomberg Dollar Spot naik sekitar 0,5%, mengikuti kenaikan yield Treasury, setelah muncul laporan tentang pengerahan ribuan marinir tambahan ke Timur Tengah. Meski menguat pada hari itu, indeks dolar masih tercatat turun sekitar 0,5% sepanjang pekan dan berada di jalur penurunan mingguan terburuk dalam sebulan.

Jordan Rochester dari Mizuho mempertanyakan apakah pasar benar-benar ingin mengambil posisi “optimistis” menjelang akhir pekan, setelah komentar Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang bertujuan menenangkan pasar. Ia menyoroti risiko pasar membuka hari Senin dengan lonjakan minyak lagi jika terjadi eskalasi baru yang menyasar aset energi.

Di sisi geopolitik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak lagi akan menarget infrastruktur energi, dan menyebut perang akan berakhir jauh lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak karena Iran dinilai sudah tidak mampu memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik. Namun pasar tetap menahan diri, karena risiko headline-driven masih sangat tinggi.

Di pasar energi, Brent diperdagangkan di sekitar $112 per barel, menjaga premi risiko tetap tebal dan memengaruhi perhitungan inflasi serta jalur suku bunga global.

Di pasar valas, data Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis Jumat menunjukkan trader berbalik bullish terhadap dolar untuk pertama kalinya tahun ini—menggambarkan perubahan posisi yang cukup signifikan di tengah ketidakpastian geopolitik dan energi.

USD/JPY naik sekitar 1% ke 159,30, memangkas penurunan mingguan menjadi sekitar 0,3%. Ketegangan AS–Jepang terkait perang Iran juga masih terlihat ketika Trump menjamu PM Jepang Sanae Takaichi pada Kamis, meski Trump mengatakan Tokyo merespons seruannya untuk memberikan dukungan.

Di Eropa, EUR/USD turun sekitar 0,2% pada Jumat ke 1,1566, namun masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,3% dan berpotensi menjadi pekan terbaik sejak Januari. Anggota Dewan Gubernur ECB Joachim Nagel menyebut ECB mungkin perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga secepat bulan depan jika tekanan harga meningkat akibat perang Iran.

Sementara itu, GBP/USD turun sekitar 0,7% ke 1,3334, dan AUD/USD melemah sekitar 1% ke 0,7018.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai