• Tue, Mar 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 March 2026 03:37  |

Dolar Perpanjang Pelemahan saat Brent Turun ke $100

Dolar AS melemah dan harga minyak turun pada Senin (16/3), mencerminkan optimisme investor bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan meningkat seiring kembalinya minat terhadap asset berisiko (risk appetite) ke pasar. Kondisi ini memicu pergeseran dari mode defensif menuju risk-on, menekan dolar setelah reli kuat pada akhir pekan lalu.

Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,7%—penurunan terbesar dalam hampir dua bulan—setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan pada Jumat. Valentin Marinov, Head of G-10 FX Research Credit Agricole, menilai rebound risk sentiment ini salah satunya dipicu seruan Presiden AS Donald Trump kepada NATO agar mendukung upaya AS membuka kembali Hormuz. Namun ia menambahkan respons sekutu masih “hangat-hangat kuku”, yang bisa menandakan opsi Trump untuk menahan lonjakan harga minyak semakin terbatas—terutama ketika reli energi mulai menekan elektabilitas Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

Trump mengatakan ia “menuntut” negara-negara lain ikut berkontribusi dalam pertahanan Selat Hormuz. Sementara itu, Iran membantah klaim Trump bahwa Teheran ingin pembicaraan gencatan senjata, dan justru melancarkan serangan baru di kawasan Teluk Persia yang memaksa penghentian penerbangan di bandara utama Dubai—kembali mengingatkan pasar bahwa risiko geopolitik belum hilang meski risk-on mulai muncul.

Di pasar obligasi, yield Treasury AS 10 tahun turun 6 bps ke sekitar 4,22%, setelah naik total 14 bps pekan lalu. Turunnya yield memperkuat pelemahan dolar dan membantu mata uang utama lain menguat.

Pada pasangan USD/JPY, dolar sempat turun hingga 0,5% ke sekitar 158,99 setelah menyentuh 159,75 pada Jumat—level tertinggi sejak Juli 2024. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan otoritas siap merespons pergerakan pasar valuta dengan langkah tegas bila diperlukan. ING menilai area mendekati 160 sudah berada dalam “wilayah intervensi”, meski peluang intervensi terkoordinasi dengan Washington dinilai kecil.

Di Eropa, EUR/USD melonjak sekitar 0,9% ke 1,1518. Di Kanada, USD/CAD turun sekitar 0,3% ke 1,3675 setelah inflasi Kanada melambat lebih besar dari perkiraan pada Februari. GBP/USD turut menguat sekitar 0,8% ke 1,3333.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai