Dolar Melonjak, Cut Rate Desember Makin Tipis?
Indeks dolar melonjak di atas $100 pada hari Rabu (19/11), level tertingginya dalam hampir dua minggu, karena para pedagang mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed berikutnya pada bulan Desember. Harga pasar sekarang menyiratkan peluang sekitar 34% untuk penurunan suku bunga The Fed sebesar 25bps.
Pergeseran ini terjadi setelah BLS mengumumkan tidak akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan reguler bulan Oktober, dengan catatan bahwa data survei rumah tangga tidak dapat dikumpulkan secara retroaktif. Badan tersebut mengatakan bahwa data yang hilang tersebut akan tercermin dalam rilis November yang tertunda. Ketiadaan data survei rumah tangga diperkirakan akan semakin memperkeruh penilaian The Fed terhadap kondisi pasar tenaga kerja.
Sementara itu, risalah FOMC dari pertemuan bulan Oktober menunjukkan para pembuat kebijakan terbagi atas perlunya penurunan suku bunga tambahan. Dolar menguat terutama terhadap yen setelah Menteri Keuangan Katayama mengatakan bahwa pemerintah baru Jepang sedang memantau pasar keuangan dengan cermat. Dolar juga menguat terhadap franc Swiss dan pound sterling setelah inflasi Inggris melambat. (Arl)
Sumber: Tradingeconomics.com