• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 March 2026 13:37  |

Konflik Timur Tengah Panaskan USD, GBP Terseret

Pasangan GBP/USD menarik tekanan jual dan turun ke sekitar 1,3310 pada sesi awal Eropa hari Rabu(4/3), seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang memicu arus pelarian ke aset aman. Dalam kondisi risk-off seperti ini, Dolar AS cenderung diuntungkan, sementara mata uang berisiko relatif melemah terhadap Greenback.

Sentimen pasar memburuk setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut operasi militer sebagai “kesempatan terbaik terakhir” untuk meredam ancaman dari rudal balistik dan program nuklir Iran. Trump juga mengindikasikan kampanye dapat berlangsung empat hingga lima minggu, bahkan berpotensi lebih lama, sehingga ketidakpastian diperkirakan tetap tinggi dan mendukung permintaan USD sebagai safe haven.

Di sisi lain, Iran dilaporkan terus melakukan serangan balasan terhadap Israel dan target AS di kawasan, yang mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko. Dampaknya, GBP/USD kesulitan membangun pemulihan karena pasar lebih memilih mata uang defensif dan instrumen likuid saat headline geopolitik makin agresif.

Fokus berikutnya tertuju pada agenda data AS, terutama ADP Employment dan ISM Services PMI, yang berpotensi memberi petunjuk arah dolar dalam jangka pendek. Jika data menguat, pasar biasanya menafsirkan ekonomi AS masih solid, sehingga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama menguat dan USD kembali mendapat tambahan dukungan.

Namun, pelemahan pound berpotensi tidak sepenuhnya “bebas jatuh”. Lonjakan harga minyak dan gas akibat konflik memunculkan kekhawatiran inflasi baru, sehingga pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Bank of England (BoE)—faktor yang dapat membantu menahan tekanan terhadap GBP.

Sejalan dengan itu, probabilitas penurunan suku bunga BoE pada pertemuan akhir bulan ini dilaporkan turun tajam dibanding pekan lalu. Artinya, ruang pelemahan GBP bisa lebih terbatas jika pasar makin yakin BoE tidak akan agresif melonggarkan kebijakan, meskipun arah GBP/USD dalam waktu dekat tetap sangat dipengaruhi kombinasi risk-off geopolitik dan data AS.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Kenaikannya Seiring Pemulihan Pound

GBP/USD melanjutkan kenaikan hari kedua berturut-turutnya, mengawali minggu perdagangan baru dengan kenaikan tujuh persepuluh...

7 January 2025 07:12
GBP/USD

GBP/USD Melanjutkan Penurunan Karena Perdagangan Safe Haven ...

GBP/USD merosot lagi pada hari Senin , memperpanjang Cable ke hari perdagangan kedua berturut-turut yang mengalami penurunan ...

8 April 2025 07:20
GBP/USD

GBP/USD Temui Dukungan Kunci di 1.35 Meski Perdagangan Akhir...

Pasangan mata uang GBP/USD menemukan dukungan teknis pada level 1.3500 pada hari Senin, meskipun volume perdagangan menjelang...

30 December 2025 07:38
GBP/USD

GBP/USD Datar, Pasar Tunggu Pemicu Baru

GBP/USD bergerak mendatar di sekitar 1,3500 pada hari Senin karena pelaku pasar masih mencerna kesimpulan Mahkamah Agung AS s...

24 February 2026 07:08
BIAS23.com NM23 Ai