EUR/USD Tertekan, Dolar AS Kembali Perkuat Jelang Tahun Baru
Pasangan EUR/USD mencatatkan level terendah mingguan di sekitar 1,1740 pada perdagangan sesi Asia hari Rabu(31/12). Tekanan datang dari penguatan Dolar AS meski risalah pertemuan FOMC Desember menunjukkan sebagian besar pejabat Federal Reserve mendukung kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut di masa depan. Volume perdagangan relatif tipis karena investor menahan langkah menjelang libur Tahun Baru.
Indeks Dolar AS (DXY) memperlihatkan penguatan ke level tertinggi mingguan di sekitar 98,25, mencerminkan sentimen positif terhadap mata uang Amerika Serikat. Risalah FOMC menegaskan bahwa penurunan suku bunga kemungkinan akan dilakukan jika inflasi menurun sesuai ekspektasi, sementara para pejabat juga menekankan perlunya menjaga kebijakan tetap netral untuk mendukung pasar tenaga kerja. Pasar kini memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga setidaknya 50 basis poin sepanjang 2026.
Di sisi lain, Euro diperdagangkan lesu dengan pergerakan terbatas. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan tidak akan melakukan perubahan kebijakan moneter di awal tahun 2026, karena inflasi Zona Euro masih mendekati target 2%. Kondisi ini membuat Euro relatif stagnan, sementara Dolar AS tetap berada dalam posisi kuat menjelang awal tahun baru. (az)
Sumber: Newsmaker.id