Dolar Australia Tertahan, RBA Fokus Cegah Inflasi Mengakar
Dolar Australia diperdagangkan di bawah US$0,695, bertahan di sekitar level terendah tujuh pekan ketika investor tetap skeptis terhadap de-eskalasi cepat perang Iran. Ketidakpastian konflik dan sinyal yang saling bertentangan terkait jalur negosiasi membuat selera risiko rapuh, membatasi ruang penguatan AUD.
Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia menyoroti risiko inflasi yang meningkat akibat shock minyak global. Bank sentral memperingatkan bahwa gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat mendorong inflasi dan ekspektasi inflasi jangka panjang, sehingga berpotensi menuntut stance kebijakan yang lebih restriktif. Asisten Gubernur Chris Kent menekankan shock semacam ini biasanya mengangkat harga sekaligus menekan pertumbuhan, sehingga fokus kebijakan bergeser ke pencegahan inflasi menjadi “tertanam”.
Sementara itu, arah konflik masih kabur. Washington mengindikasikan upaya untuk mendorong pembicaraan dan meredakan ketegangan, tetapi Teheran menolak proposal gencatan senjata. Peningkatan pengerahan pasukan AS di kawasan juga menambah kekhawatiran eskalasi, membuat AUD tetap sensitif pada pergerakan minyak dan perubahan mendadak risk sentiment global. (asd)
Sumber : Newsmaker.id