Ketegangan Hormuz Bayangi Pasar Kripto
Bitcoin bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/7), tetapi pasar kripto masih terlihat berhati-hati. Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar US$63.889, dengan rentang harian di area US$62.711–US$64.435. Pergerakan ini menunjukkan BTC masih mencoba bertahan di atas level psikologis US$63.000 setelah sempat naik mendekati US$64.600.
Sentimen kripto masih tertahan oleh kombinasi dua faktor besar, yaitu ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan tekanan pada saham teknologi. Laporan terbaru menyebut Iran kembali menyerang kapal komersial di sekitar Selat Hormuz, sehingga pasar global kembali masuk mode hati-hati.
Di sisi lain, Bitcoin masih mendapat dukungan dari membaiknya permintaan institusional. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat sebelumnya mencatat arus masuk US$221,7 juta, yang menjadi inflow terbesar dalam dua bulan dan mengakhiri tren arus keluar yang cukup panjang. Kondisi ini memberi sinyal bahwa minat investor besar mulai pulih, meskipun belum cukup kuat untuk membawa Bitcoin reli lebih agresif.
Namun, pasar tetap belum sepenuhnya percaya diri. Aset kripto masih sensitif terhadap pelemahan saham teknologi, terutama setelah investor mulai mempertanyakan valuasi sektor AI dan chip. Karena kripto sering bergerak searah dengan aset berisiko, tekanan di saham teknologi dapat ikut membatasi kenaikan Bitcoin.
Untuk kripto lainnya, Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP di US$1,059, Solana di US$77,97, Cardano di US$0,1774, dan Dogecoin di US$0,0751. Pergerakan altcoin masih cenderung campuran dan belum menunjukkan reli kuat yang merata.
Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada arah kebijakan The Fed, data ekonomi Amerika Serikat, dan perkembangan di Selat Hormuz. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$63.000–US$64.000, peluang menguji kembali area US$65.000 masih terbuka. Namun, jika sentimen risk-off membesar, Bitcoin berisiko kembali turun ke area US$62.000–US$60.000.(arl)
Sumber: Newsmaker.id