Tarif & Suku Bunga Dorong Perak
Harga perak (XAG/USD) terus menguat dan diperdagangkan di sekitar $38.05 pada Kamis pagi waktu Eropa. Ini menjadi hari kelima berturut-turut perak berada di zona positif, didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan tarif tambahan terhadap Tiongkok dan Jepang. Sebelumnya, ia telah mengumumkan tarif 25% untuk barang-barang India terkait pembelian minyak dari Rusia. Ketidakpastian perdagangan ini mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti perak.
Di sisi moneter, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve semakin menguat setelah data tenaga kerja AS yang dirilis pekan lalu lebih lemah dari perkiraan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong harga perak karena mengurangi biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia.
Pasar juga menantikan data mingguan klaim pengangguran AS yang diperkirakan naik ke 221.000. Jika data ini mengejutkan dengan hasil lebih kuat dari perkiraan, dolar AS bisa menguat kembali dan menekan harga perak. Namun untuk saat ini, suasana pasar masih mendukung tren kenaikan logam putih tersebut.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id