Perak Bertahan di $39, Pasar Fokus Negosiasi Tarif
Harga perak (XAG/USD) tetap berada di sekitar $39,00 per troy ons pada perdagangan sesi Asia, Jumat (25/7). Ini menjadi hari ketiga berturut-turut harga perak mengalami tekanan. Kondisi ini terjadi karena investor mulai meninggalkan aset safe-haven seperti perak, seiring menurunnya ketegangan global dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko.
Pasar mencermati perkembangan positif dalam negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang kabarnya semakin dekat pada kesepakatan tarif baru sebesar 15%. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga telah mengumumkan kesepakatan tarif terpisah dengan Jepang, yang memberlakukan tarif 15% pada sejumlah ekspor Jepang ke AS. Ini membuat pasar lebih tenang dan mengurangi kebutuhan investor untuk mencari perlindungan di aset seperti perak.
Dari sisi ekonomi AS, data menunjukkan klaim tunjangan pengangguran awal turun menjadi 217.000, menandai penurunan selama enam minggu berturut-turut—terlama sejak 2022. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih kuat, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga tetap pada pertemuan mendatang. Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga kemungkinan baru akan terjadi pada Oktober 2025.
Namun, tensi politik di dalam negeri juga jadi perhatian. Presiden Trump kembali berselisih dengan Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait anggaran renovasi kantor bank sentral. Trump mendesak pemangkasan suku bunga, tetapi mengatakan isu renovasi tidak cukup untuk memecat Powell. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut pengganti Powell kemungkinan akan diumumkan pada Desember atau Januari mendatang, membuka spekulasi soal arah kebijakan moneter AS ke depan.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id