Harga Perak Stabil Dekati $32,00 Pasca Permintaan Safe Haven Meningkat
Harga perak (XAG/USD) menghentikan penurunan empat harinya, diperdagangkan mendekati $32,10 selama sesi Asia pada hari Senin (5/5). Logam mulia tersebut kembali menguat karena ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok memicu permintaan safe haven.
Pada hari Jumat, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan sedang mempertimbangkan proposal dari Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan diskusi perdagangan. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung, meskipun ia mengklarifikasi bahwa tidak ada pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan minggu ini.
Dolar AS (USD) juga melemah, meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar seperti Perak bagi pemegang mata uang lainnya. Greenback berada di bawah tekanan, sebagian karena meningkatnya ketegangan perdagangan, dengan Trump mengumumkan rencana untuk tarif 100% pada film-film produksi asing.
Namun, prospek permintaan industri Perak dibayangi oleh memburuknya data ekonomi global. Ekonomi AS secara tak terduga mengalami kontraksi sebesar 0,3% pada Q1—penurunan pertamanya dalam tiga tahun—sementara PMI manufaktur NBS Tiongkok turun ke level terendah dalam 16 bulan, didorong oleh penurunan paling tajam dalam pesanan ekspor sejak 2022.
Fokus pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan Federal Reserve AS mendatang, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah meskipun Trump kembali mendorong pemangkasan suku bunga. Investor juga mencermati rilis PMI Jasa ISM AS pada hari Senin untuk mendapatkan wawasan tentang prospek ekonomi. (Arl)
Sumber : Fxstreet