Perak Tertekan, Suku Bunga “Tinggi Lebih Lama” Membayangi
Harga perak (XAG/USD) melemah pada sesi AS Kamis (16/4), dengan XAG/USD terakhir di US$78,43 atau turun 0,66%.
Pergerakan cenderung “wait and see” karena pasar menimbang sinyal terbaru seputar peluang kesepakatan AS–Iran dan opsi perpanjangan gencatan senjata, yang dapat menekan permintaan aset lindung nilai. Namun ketidakpastian tetap tinggi karena isu inti—terutama nuklir—masih menjadi titik perbedaan.
Dari sisi transmisi pasar, dinamika energi tetap krusial untuk logam mulia. Gangguan terkait Selat Hormuz menjaga risiko inflasi berbasis energi tetap hidup meski harga minyak sempat terkoreksi, dan ini berpotensi membuat pelonggaran kebijakan moneter lebih sulit.
Sejalan dengan itu, komentar pejabat The Fed menekankan pentingnya memantau durasi shock energi dan efek rambatnya ke inflasi inti. Untuk perak, kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi suku bunga “lebih ketat lebih lama” cenderung membatasi upside, sementara setiap kemajuan diplomasi yang kredibel bisa mengurangi premi risiko secara cepat.
Variabel yang paling dipantau pasar: headline negosiasi AS–Iran, perubahan nyata pada kondisi pelayaran Hormuz, arah minyak, serta sinyal terbaru The Fed terkait inflasi inti.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id