Dolar dan Risiko Timur Tengah Perak Tertekan!
Harga perak (XAG/USD) membuka pekan dengan pelemahan dan bergerak dekat batas bawah kisaran perdagangan satu pekan terakhir. Pada sesi Asia Senin, perak masih bertahan di atas $68,00, namun turun hampir 2% dan terlihat rentan melanjutkan koreksi jika tekanan berlanjut.
Sentimen risk-off kembali menguat ketika konflik AS–Iran memasuki pekan kelima, mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai safe haven. Penguatan dolar biasanya menekan komoditas berdenominasi USD, termasuk perak, karena menjadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Dari sisi geopolitik, laporan menyebut Pentagon mempersiapkan operasi darat selama beberapa pekan di Iran, termasuk potensi serangan terhadap Kharg Island dan lokasi pesisir dekat Selat Hormuz. Iran menyatakan siap membalas jika pasukan AS dikerahkan. Di saat yang sama, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim dua peluncuran rudal ke Israel dalam 24 jam dan memperingatkan serangan lanjutan, meningkatkan risiko gangguan perdagangan global di sekitar Bab el-Mandeb.
Eskalasi ini menopang harga minyak dan memperkuat kekhawatiran inflasi, yang kemudian mengangkat ekspektasi kebijakan bank sentral tetap hawkish. Pasar disebut telah menyingkirkan peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed, bahkan mulai memperbesar peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun—kondisi yang umumnya menguntungkan dolar dan menekan perak yang tidak memberikan imbal hasil.
Secara teknikal, pergerakan sideways terbaru dipandang sebagai konsolidasi bearish setelah perak menembus di bawah SMA 100-hari, sehingga bias arah masih condong turun. Meski begitu, konfirmasi pelemahan biasanya menunggu penembusan yang lebih jelas di bawah batas kisaran, sebelum pasar menambah posisi untuk penurunan lanjutan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id