• Sat, Apr 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 March 2026 12:49  |

Perak Kembali Turun Pasca Iran Bantah Pembicaraan De-eskalasi

Harga perak (XAG/USD) kembali melanjutkan tren pelemahannya pada Selasa (24/3) setelah sempat pulih cukup kuat pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul setelah Iran menepis kabar adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait penyelesaian perang di Timur Tengah, sehingga harapan de-eskalasi yang sempat menenangkan pasar kembali memudar. Pada perdagangan terbaru, XAG/USD turun sekitar 3,2% ke area $66,90.

Pejabat Iran mengecilkan peluang negosiasi dengan AS setelah Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan tidak ada pembicaraan yang pernah dilakukan. Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan posisi Teheran soal Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang tetap tidak berubah. Iran bahkan disebut belum merespons pesan yang disampaikan negara lain terkait permintaan AS untuk membuka jalur pembicaraan, menurut kantor berita IRNA.

Sebelum klarifikasi Iran itu, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan melalui Truth Social bahwa ia menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda selama lima hari serangan yang dijadwalkan terhadap pembangkit listrik Iran. Trump mengklaim Washington memiliki percakapan yang “sangat baik dan produktif” dengan Teheran menuju “penyelesaian lengkap dan total” permusuhan di Timur Tengah. Namun bantahan Iran membuat sentimen pasar kembali goyah.

Secara teori, ketegangan geopolitik yang tinggi biasanya meningkatkan daya tarik aset safe haven seperti logam mulia. Namun perak (dan logam mulia lain) justru underperform karena lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi spekulasi bahwa bank sentral global akan memangkas suku bunga tahun ini. Sikap hawkish atau penahanan suku bunga lebih lama biasanya buruk bagi aset non-yielding seperti perak.

Dari sisi mata uang, pemulihan dolar AS juga menekan harga perak. Dolar yang lebih kuat membuat perak berdenominasi USD menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, dan secara teknikal membuat rasio risk-reward kurang menarik. Indeks dolar (DXY) menguat sekitar 0,25% ke area 99,40 setelah memantul dari level terendah mingguan 98,88 yang tercatat pada Senin.

Inti Newsmaker: perak terpukul oleh kombinasi headline geopolitik yang kembali “menghapus” harapan de-eskalasi, penguatan dolar, serta narasi suku bunga tinggi lebih lama akibat oil shock. Selama pasar masih mem-price-in inflasi energi dan peluang rate cut menyempit, perak berpotensi tetap volatil dan rentan tekanan lanjutan.

Sumber: Newsmaker.id

Related News

SILVER

Setelah Tergelincir, Perak Kembali Bersinar di $36

Harga perak (XAG/USD) memangkas kerugian intraday-nya, diperdagangkan sekitar $36,10 per troy ounce selama jam Asia pada hari...

24 June 2025 10:24
SILVER

Konflik Meningkat, Tapi Perak Malah Melemah Kenapa?

Harga Perak (XAG/USD) bergerak turun ke sekitar $36,20 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin. Pemulihan Greenback membe...

16 June 2025 11:14
SILVER

Dolar Turun ke Titik Terendah Baru Tahun Ini karena Kisah Ta...

Dolar turun untuk hari kelima karena para pedagang mengabaikan penangguhan tarif elektronik tertentu dan setelah Presiden Don...

14 April 2025 12:14
SILVER

Pasar Heboh! Perak Naik Tajam, Stok Fisik Mulai Langka

Harga perak terus melonjak dan kini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Kenaikan ini didorong o...

14 July 2025 15:11
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai