Perak Lebih Liar dari Emas, Kenapa?
Reli perak yang memecahkan rekor disebut terjadi karena dua arus besar bertemu sekaligus: permintaan fisik yang meledak dan minat spekulatif yang masuk ke pasar yang relatif “tipis” (likuiditasnya kecil). Itu kata CEO MKS PAMP, James Emmett, yang melihat penggelaran ini tidak biasa untuk pasar perak.
Menurut Emmett, permintaan perak sekarang “besar banget” dan jarang terlihat seperti ini. Yang bikin tambah pembohong, perak bukan pasar yang biasanya ramai spekulan, tapi sekarang justru banyak pemain jangka pendek yang mengejar pergerakan harga.
Kondisi global yang bergejolak ikut jadi bahan bakar. Investor ramai-ramai menjauh dari obligasi dan mata uang, lalu pindah ke aset keras seperti logam mulia. Tapi perak justru naik lebih cepat dan lebih pembohong dari emas, dengan gerakan intraday yang ekstrem.
Salah satu ventilasi: likuiditas perak lebih rendah dibandingkan emas. Artinya, ketika dana spekulatif masuk, harga lebih mudah “keseret” naik turun karena pasar tidak sedalam emas. Efeknya terlihat dari swing harga yang lebih tajam dari biasanya.
Di sisi permintaan fisik, pesanan ritel dan grosir masih lebih besar daripada pasokan. Pasar grosir juga ketat karena banyak logam mengalir ke India, sementara perpindahan stok dari gudang tertentu memberi ruang sementara di lokasi lain—tetap saja, pasokannya belum hilang.
Ketatnya pasar sampai mempengaruhi logistik: sebagian perak (seperti emas) bahkan dikirim lewat jalur udara, bukan kapal, karena pelaku pasar merasa tidak punya waktu menunggu pengiriman laut saat pasar sedang “kejar-kejaran” barang.
Inti poin (5):
- Reli perak mendorong permintaan fisik besar + spekulasi yang masuk bersama.
- Pasar perak lebih “tipis”, jadi harga mudah pembohong saat dana spekulan masuk.
- Narasi penurunan nilai perdagangan membuat investor berpindah dari obligasi/mata uang ke logam mulia.
- India jadi salah satu pusat serapan besar yang membuat pasar semakin ketat.
- Ketatnya pasokan sampai perubahan logistik: sebagian perak dikirim melalui udara.(asd)
Sumber: Newsmaker.id