• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 February 2025 11:00  |

Harga Minyak Turun karena Kekhawatiran Perang Dagang Bersaing dengan Tekanan pada Iran

Harga minyak turun karena kekhawatiran bahwa perang dagang antara AS dan Tiongkok akan merugikan pertumbuhan global, bersaing dengan peningkatan tekanan ekonomi Presiden Donald Trump terhadap anggota OPEC Iran.

Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di bawah $76 per barel setelah awal minggu yang sulit karena pasar terombang-ambing oleh pengumuman tarif, dan kemudian penundaan bea masuk terhadap Kanada dan Meksiko. Harga minyak mentah West Texas Intermediate mendekati $72. Sementara itu, Trump menandatangani arahan pada hari Selasa yang meminta Menteri Keuangan Scott Bessent untuk menggunakan sanksi dan penegakan yang lebih keras terhadap tindakan yang ada untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Beijing pada hari Selasa mengeluarkan balasan yang cepat tetapi terkendali terhadap pungutan Trump. Perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tidak mungkin mengguncang ekspor minyak mentah AS, karena aliran ke Tiongkok telah turun hingga kurang dari 5% dari total pengiriman Amerika.

Pasar Tiongkok dibuka kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek, meskipun harga berjangka di Shanghai sedikit berubah pada jeda tengah hari. "Dampak jangka pendek terhadap pasar komoditas akan terbatas," kata analis dari Goldman Sachs Group Inc. termasuk Samantha Dart dalam sebuah catatan.

"Volume AS yang terdampak kemungkinan besar akan dengan mudah menemukan pasar pembelian alternatif, sementara China mengganti volume impor yang terdampak dengan pemasok alternatif." Trump juga mengusulkan AS mengambil alih Jalur Gaza dan memikul tanggung jawab untuk membangun kembali wilayah yang dilanda perang tersebut dalam sebuah konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump mengisyaratkan bahwa ia akan terbuka untuk mengerahkan pasukan AS guna mengamankan wilayah tersebut. Minyak mentah berisiko kehilangan semua keuntungannya tahun ini, karena kekhawatiran atas pertumbuhan global dari ancaman tarif Trump menghapus keuntungan sebelumnya dari cuaca musim dingin yang dingin dan sanksi AS terhadap Rusia.

Sementara Trump telah menahan diri dari pungutan terhadap Kanada, setidaknya satu penyuling AS mengatakan siap untuk beralih ke minyak domestik jika peningkatan bea mulai berlaku. Di tempat lain, American Petroleum Institute yang didanai industri melaporkan persediaan minyak mentah komersial nasional AS naik sebesar 5 juta barel minggu lalu, menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh Bloomberg. Itu akan menjadi kenaikan kedua berturut-turut dari level terendah sejak Maret 2022, jika dikonfirmasi oleh data resmi pada hari Rabu nanti.

Brent untuk pengiriman April turun 0,5% menjadi $75,85 per barel pada pukul 11:52 pagi di Singapura.

WTI untuk pengiriman Maret turun 0,3% menjadi $72,47 per barel.(ads)

Sumber: Bloomberg

Related News

OIL

Minyak Turun karena Dolar Melonjak Pasca Pemangkasan Suku Bu...

Minyak turun karena ekspektasi untuk lebih sedikit pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun depan mendorong dolar. ...

19 December 2024 07:12
OIL

Minyak Terus Turun karena Kekhawatiran Perang Dagang Bersain...

Harga minyak stabil setelah turun karena kekhawatiran bahwa perang dagang AS-Tiongkok akan merugikan pertumbuhan global yang ...

5 February 2025 07:04
OIL

Harga Minyak Turun Tipis Ditengah Gencatan Senjata Israel, P...

Harga minyak turun tipis di perdagangan Asia pada hari Rabu(27/11) memperpanjang kerugian baru-baru ini setelah Israel menyet...

27 November 2024 09:52
OIL

Harga Minyak Naik Saat Ancaman Tarif Trump Mengguncang Pasar...

Harga minyak naik saat Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali rencana untuk mengenakan tarif terhadap Kanada dan Meksiko...

31 January 2025 15:32
BIAS23.com NM23 Ai