• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

6 December 2024 03:41  |

Minyak Turun Tipis Setelah Penundaan Produksi OPEC+ Terjadi Seperti yang Diperkirakan

Minyak turun tipis dalam sesi yang bergejolak setelah OPEC+ menunda peningkatan pasokan selama tiga bulan, tetapi masih berencana untuk menambah barel tahun depan ke pasar yang diperkirakan kelebihan pasokan.

Harga minyak West Texas Intermediate turun 0,4% menjadi mendekati $68 per barel setelah naik turun selama sebagian besar sesi. Harga minyak Brent turun menjadi mendekati $72. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya sepakat untuk menunda kenaikan produksi yang direncanakan, sebuah langkah yang akan membuat pasokan kembali dari April 2025 hingga September 2026.

"Penundaan tidak akan berhasil," tulis Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Commodities, dalam sebuah catatan. Meskipun rencana kelompok produsen akan mempertahankan harga dasar dalam waktu dekat, "hambatan dari premi risiko pasokan energi akan tetap ada."

Harga minyak mentah telah terperangkap dalam kisaran yang ketat sejak pertengahan Oktober, dengan volatilitas yang menurun. Harga telah dipengaruhi oleh pendorong yang bersaing termasuk tanda-tanda permintaan Tiongkok yang lebih lemah dan prospek kepresidenan Donald Trump kedua, yang mungkin melihat dukungan untuk produksi minyak dalam negeri tetapi sanksi yang lebih ketat terhadap aliran dari Iran dan Venezuela.

Penundaan OPEC+ terjadi dengan latar belakang pasar yang menurut Badan Energi Internasional akan kelebihan pasokan tahun depan. Menggarisbawahi tantangan yang dihadapi kelompok produsen, aliran minyak laut secara global melonjak pada bulan November, dan data pada hari Rabu menunjukkan produksi minyak mentah AS mencapai rekor di atas 13,5 juta barel per hari sementara pengiriman bahan bakar olahan AS ke luar negeri mencapai tertinggi kedua.

"OPEC+ pastinya masih dalam mode 'melindungi harga'," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank. "Mudah-mudahan pada bulan Maret mereka dan kita akan lebih bijaksana mengenai dampak kebijakan Trump dan respons stimulus potensial Tiongkok dan juga apakah produksi Iran telah menderita sanksi tambahan."

WTI turun 0,4% menjadi $68,30 per barel di New York.

Minyak mentah Brent turun 0,3% dan ditutup pada harga $72,09 per barel. (mrv)

Sumber: Bloomberg

Related News

OIL

Harga Minyak Turun Tipis Ditengah Gencatan Senjata Israel, P...

Harga minyak turun tipis di perdagangan Asia pada hari Rabu(27/11) memperpanjang kerugian baru-baru ini setelah Israel menyet...

27 November 2024 09:52
OIL

Harga minyak naik karena ketegangan geopolitik dan rencana p...

Harga minyak menguat pada hari Rabu(4/12) karena para pelaku pasar mempertimbangkan ketegangan geopolitik dan prospek OPEC+ m...

4 December 2024 13:21
OIL

Minyak Memangkas kerugian karena Ketatnya Pasokan Jangka Pen...

Harga minyak naik tipis pada hari Rabu karena tanda-tanda ketatnya pasokan jangka pendek tetapi tetap mendekati level terenda...

13 November 2024 17:49
OIL

WTI Naik dari Terendah 18 Bulan Terkait Badai Tropis Francin...

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup lebih tinggi pada hari Senin (9/9), naik dari level terendah 18 bul...

10 September 2024 02:06
BIAS23.com NM23 Ai