• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 May 2026 21:16  |

Minyak Turun, Sinyal Transit Hormuz Redakan Premi Risiko Pasokan

Harga minyak melemah pada Kamis (14/5) setelah media pemerintah Iran menyebut sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa jam terakhir, sementara kantor berita semi-resmi Fars mengutip sumber yang mengatakan Iran mulai mengizinkan transit bagi sebagian kapal China. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran pasar bahwa arteri energi utama tersebut akan tetap tersumbat total di tengah perang Iran.

Brent sempat menyentuh US$107,13 per barel sebelum berbalik turun 60 sen atau 0,6% menjadi US$105,03 per barel pada 14:22 GMT. WTI turun 52 sen atau 0,5% ke US$100,50. Sehari sebelumnya, kedua kontrak juga melemah karena kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS, ketika kenaikan harga bahan bakar berisiko memperkuat tekanan inflasi.

Dari sisi geopolitik, Gedung Putih menyatakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka demi kelancaran arus energi. Menurut Gedung Putih, Xi juga menyampaikan minat membeli lebih banyak minyak AS untuk mengurangi ketergantungan China pada Hormuz, meski China disebut belum mengimpor minyak AS sejak Mei 2025 setelah tarif impor 20% diberlakukan dalam perang dagang.

Meski ada sinyal pelonggaran transit, latar risiko pasokan masih tinggi karena Hormuz “sebagian besar” tertutup sejak perang pecah pada akhir Februari, dan Iran disebut memperketat kontrol dengan menjalin kesepakatan pengiriman minyak dan LNG bersama Irak dan Pakistan. Data pelayaran menunjukkan beberapa kapal berhasil melintas, termasuk supertanker China yang membawa 2 juta barel minyak Irak pada Rabu, serta kapal tanker berbendera Panama yang dikelola Eneos yang terpantau lewat pada Kamis.

Di sisi fundamental, IEA memperkirakan pasokan minyak global tahun ini akan defisit terhadap permintaan karena persediaan terkuras cepat, sementara di AS, EIA melaporkan stok minyak mentah turun 4,3 juta barel menjadi 452,9 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Mei di tengah kenaikan ekspor, meski stok distilat justru naik berlawanan dengan ekspektasi penurunan.(yds)

Source: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai