• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 20:59  |

Minyak Menguat, Pasar Waspadai Eskalasi dan Pasokan Hormuz

Harga minyak menguat pada Selasa (12/5), memperpanjang kenaikan hampir 3% pada sesi sebelumnya, setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “life support”. Pernyataan itu melemahkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat dan mengangkat kembali premi risiko pasokan.

Pada 09:46 waktu AS, minyak Brent naik 3,6% ke US$107,96 per barel, sementara WTI menguat 3,5% ke US$101,52. Sentimen tetap didominasi kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dapat memperketat pasokan global, terutama setelah Trump menolak respons terbaru Teheran terhadap proposal damai AS sebagai “totally unacceptable”.

Iran menyatakan penawarannya berfokus pada penghentian perang, pencabutan blokade laut AS, dan pemulihan arus pelayaran melalui Selat Hormuz. Teheran juga menuntut kompensasi kerusakan perang, penghapusan sanksi, serta pengakuan kedaulatan atas selat tersebut, yang dipandang pasar sebagai titik krusial bagi stabilitas jalur distribusi energi.

Risiko terhadap Selat Hormuz kembali menjadi fokus, menyusul laporan CNN bahwa Trump serius mempertimbangkan melanjutkan operasi tempur besar seiring negosiasi yang tersendat. Ketidakpastian ini menambah sensitivitas pasar karena sekitar seperlima pasokan minyak dan bahan bakar global melintasi chokepoint tersebut, membuat harga rentan terhadap perubahan headline geopolitik.

Dari sisi industri, CEO Saudi Aramco Amin Nasser memperingatkan bahwa bahkan jika jalur itu segera pulih, normalisasi arus minyak global dapat memakan waktu berbulan-bulan. Pasar sempat melihat koreksi sementara pada pekan lalu saat muncul ekspektasi terobosan diplomatik, namun narasi tersebut memudar dan digantikan kembali oleh skenario gangguan pasokan.

Selain geopolitik, pelaku pasar juga menimbang implikasi makro. Investor mencermati data inflasi AS setelah CPI April naik lebih tinggi dari perkiraan, dengan dorongan besar dari kenaikan harga bensin meski dinilai mulai mendingin.

Kanal transmisinya jelas: minyak yang lebih tinggi dapat menjaga tekanan inflasi dan memperkuat argumen suku bunga bertahan tinggi, dengan perhatian berikutnya pada data PPI Rabu dan pertemuan Trump–Xi di Beijing yang diperkirakan mencakup Iran, perdagangan, AI, dan keamanan energi—dengan China dipandang memiliki pengaruh diplomatik penting mengingat posisinya sebagai pembeli minyak utama Iran.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai