• Tue, Apr 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 April 2026 16:51  |

Harga Minyak Turun, Pasar Cermati Sinyal Iran Hadiri Perundingan AS di Pakistan

Harga minyak melemah setelah muncul sinyal Iran akan menghadiri perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan untuk mengakhiri perang yang mengguncang pasar energi. Brent diperdagangkan di sekitar US$95 per barel setelah sempat melonjak 5,6% pada Senin (21/04), sementara investor menilai peluang de-eskalasi menjelang berakhirnya gencatan senjata.

Iran disebut akan mengirim tim ke Pakistan untuk negosiasi, meski belum jelas siapa yang datang dan kapan tiba. Namun, penyiaran milik negara Iran membantah laporan bahwa delegasi tersebut telah berangkat atau tiba di Islamabad, menambah ketidakpastian soal jadwal dan format pembicaraan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Wakil Presiden JD Vance diperkirakan melanjutkan negosiasi secara langsung “Selasa malam atau Rabu pagi,” serta menilai “sangat kecil kemungkinan” gencatan senjata diperpanjang. Trump menyebut gencatan senjata akan berakhir “Rabu malam waktu Washington.”

Pergerakan harga minyak dalam beberapa hari terakhir sangat dipengaruhi perubahan cepat persepsi pasar terkait status perundingan dan kemampuan kapal melintas di Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Arus di Hormuz dilaporkan nyaris berhenti, dengan hanya tiga kapal yang mencoba melintas pada awal Selasa, setelah ketegangan kembali meningkat akhir pekan lalu.

Sejumlah pelaku dan analis pasar menilai dampak gangguan pasokan belum sepenuhnya tercermin dalam harga. Dalam forum FT Commodities Global Summit di Lausanne, ekonom utama Trafigura Saad Rahim menyebut konflik telah menghilangkan sekitar 1 miliar barel pasokan, berpotensi naik menjadi 1,5 miliar barel jika berlanjut; Gunvor memperingatkan stok bisa menipis jika perang bertahan sebulan lagi. Citigroup memperkirakan minyak dapat naik ke US$110 per barel bila gangguan di jalur itu berlanjut sebulan, sementara kepala IEA Fatih Birol menilai volatilitas energi bisa bertahan hingga dua tahun. (gn)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai