• Mon, Apr 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 April 2026 16:28  |

Blokade AS Picu Lonjakan Energi, Brent-WTI Melonjak

Harga minyak dan gas melonjak pada Senin (13/4) setelah AS menyatakan akan memblokade kapal yang menuju/keluar pelabuhan Iran atau singgah di sana, memperdalam guncangan pasokan energi global yang sudah ekstrem. Brent sempat naik hingga sekitar US$104/barel, sementara kontrak gas alam Eropa melonjak hampir 18% intraday, mencerminkan kembalinya premi risiko rute dan pasokan.

US Central Command menyatakan blokade mulai berlaku pukul 10.00 waktu New York dan tidak berlaku bagi kapal lain yang tetap mencoba melintas menuju pelabuhan non-Iran. Jika efektif, blokade akan menekan salah satu arus minyak Teluk Persia yang masih berjalan selama perang, sementara ancaman balasan Teheran terhadap kapal dan pelabuhan di Teluk meningkatkan risiko bagi produsen lain dan memperbesar potensi disrupsi lanjutan.

Kejelasan teknis penegakan blokade masih terbatas menjelang implementasi, dengan militer AS menyebut detail akan disampaikan melalui pemberitahuan resmi kepada pelaut. Presiden Donald Trump mengatakan langkah ini akan “sangat efektif”, dan laporan menyebut Washington juga mempertimbangkan melanjutkan serangan terbatas. Dari Iran, penasihat militer Mohsen Rezaee menegaskan negaranya tidak akan membiarkan embargo AS dan menyatakan memiliki “leverage” untuk merespons; militer Iran memperingatkan pelabuhan Teluk tidak akan aman jika pelabuhan Iran terancam.

Dalam konteks yang lebih luas, Hormuz sudah efektif tersendat sejak akhir Februari, dengan Teheran membatasi lalu lintas, mengenakan biaya pada sebagian kapal, dan menjaga volume jauh di bawah level pra-perang. Pada Senin, tiga tanker produk bahan bakar dilaporkan mencoba keluar Teluk dengan berlayar dekat pesisir Iran—uji awal atas risiko pelayaran setelah pengumuman blokade. Data pelacakan Bloomberg juga menunjukkan Iran masih mengekspor crude dan kondensat pada Maret dengan China sebagai tujuan utama, meski arus menurun dibanding bulan sebelumnya.

Di pasar, Brent Juni naik 7,9% ke US$102,76/barel dan WTI Mei naik 8,2% ke US$104,49/barel pada 10:23 London. Di sisi rute alternatif, meningkatnya risiko Hormuz membuat arus via Laut Merah makin penting; Saudi menyatakan kapasitas penuh pipa East–West dan output Manifa telah dipulihkan setelah serangan Iran, membantu buffer pasokan. Namun, jika ekspor Iran benar-benar terancam, analis memperingatkan potensi tekanan tambahan di chokepoint lain seperti Bab el-Mandeb, yang dapat kembali mengerek premi risiko energi.

Pelaku pasar kini memantau efektivitas blokade, respons Iran, stabilitas rute alternatif, serta apakah eskalasi ini memperpanjang tekanan inflasi global dan memperburuk prospek pertumbuhan—dua kanal yang kembali menjadi pusat penentuan arah minyak, gas, dan volatilitas lintas aset. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai