Blokade AS Picu Lonjakan Energi, Brent-WTI Melonjak
Harga minyak dan gas melonjak pada Senin (13/4) setelah AS menyatakan akan memblokade kapal yang menuju/keluar pelabuhan Iran atau singgah di sana, memperdalam guncangan pasokan energi global yang sudah ekstrem. Brent sempat naik hingga sekitar US$104/barel, sementara kontrak gas alam Eropa melonjak hampir 18% intraday, mencerminkan kembalinya premi risiko rute dan pasokan.
US Central Command menyatakan blokade mulai berlaku pukul 10.00 waktu New York dan tidak berlaku bagi kapal lain yang tetap mencoba melintas menuju pelabuhan non-Iran. Jika efektif, blokade akan menekan salah satu arus minyak Teluk Persia yang masih berjalan selama perang, sementara ancaman balasan Teheran terhadap kapal dan pelabuhan di Teluk meningkatkan risiko bagi produsen lain dan memperbesar potensi disrupsi lanjutan.
Kejelasan teknis penegakan blokade masih terbatas menjelang implementasi, dengan militer AS menyebut detail akan disampaikan melalui pemberitahuan resmi kepada pelaut. Presiden Donald Trump mengatakan langkah ini akan “sangat efektif”, dan laporan menyebut Washington juga mempertimbangkan melanjutkan serangan terbatas. Dari Iran, penasihat militer Mohsen Rezaee menegaskan negaranya tidak akan membiarkan embargo AS dan menyatakan memiliki “leverage” untuk merespons; militer Iran memperingatkan pelabuhan Teluk tidak akan aman jika pelabuhan Iran terancam.
Dalam konteks yang lebih luas, Hormuz sudah efektif tersendat sejak akhir Februari, dengan Teheran membatasi lalu lintas, mengenakan biaya pada sebagian kapal, dan menjaga volume jauh di bawah level pra-perang. Pada Senin, tiga tanker produk bahan bakar dilaporkan mencoba keluar Teluk dengan berlayar dekat pesisir Iran—uji awal atas risiko pelayaran setelah pengumuman blokade. Data pelacakan Bloomberg juga menunjukkan Iran masih mengekspor crude dan kondensat pada Maret dengan China sebagai tujuan utama, meski arus menurun dibanding bulan sebelumnya.
Di pasar, Brent Juni naik 7,9% ke US$102,76/barel dan WTI Mei naik 8,2% ke US$104,49/barel pada 10:23 London. Di sisi rute alternatif, meningkatnya risiko Hormuz membuat arus via Laut Merah makin penting; Saudi menyatakan kapasitas penuh pipa East–West dan output Manifa telah dipulihkan setelah serangan Iran, membantu buffer pasokan. Namun, jika ekspor Iran benar-benar terancam, analis memperingatkan potensi tekanan tambahan di chokepoint lain seperti Bab el-Mandeb, yang dapat kembali mengerek premi risiko energi.
Pelaku pasar kini memantau efektivitas blokade, respons Iran, stabilitas rute alternatif, serta apakah eskalasi ini memperpanjang tekanan inflasi global dan memperburuk prospek pertumbuhan—dua kanal yang kembali menjadi pusat penentuan arah minyak, gas, dan volatilitas lintas aset. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id