• Fri, Apr 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

10 April 2026 16:41  |

Hormuz dan Saudi Jadi Kunci, Minyak Tetap Volatil

Harga minyak naik pada Jumat (10/4), memperpanjang kenaikan moderat dari sesi sebelumnya, ketika pasar menimbang risiko pasokan Timur Tengah menjelang rencana pembicaraan AS–Iran akhir pekan ini. Brent naik 1,0% ke US$96,83/barel, sementara WTI bertambah 0,9% ke US$98,78/barel. Meski demikian, kedua kontrak masih berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 10%.

Dukungan harga datang dari gangguan arus di Selat Hormuz yang belum pulih. Reuters melaporkan volume pelayaran pada Kamis masih jauh di bawah 10% dari level normal, sementara Iran meminta kapal yang melintas tetap berada di perairan teritorialnya. Kondisi ini membuat pasar menahan ekspektasi normalisasi pasokan meski ada gencatan senjata dua pekan yang diumumkan pekan ini, yang sebelumnya sempat memicu penurunan harga tajam.

Ketidakpastian juga meningkat karena interpretasi gencatan senjata yang berbeda. Dalam hitungan jam setelah kesepakatan, Israel melancarkan serangan udara berat terhadap Hizbullah di Lebanon dan menyatakan operasi tersebut tidak termasuk dalam perjanjian. Israel juga menyebut akan memulai negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon terkait kemungkinan pelucutan senjata Hizbullah, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan “tidak ada gencatan senjata” dengan Lebanon.

Dari sisi pasokan fisik, Saudi state news agency SPA melaporkan pemboman fasilitas energi Arab Saudi memangkas kapasitas produksi sekitar 600.000 barel per hari dan throughput pipa East–West sekitar 700.000 barel per hari, menambah premi risiko di tengah arus Hormuz yang masih tersendat. Sejumlah negara Asia yang bergantung pada impor minyak via selat tersebut, serta Eropa yang menggunakan gas dari negara-negara Teluk, tetap sensitif terhadap perubahan keamanan kawasan.

Fokus pasar kini mengarah ke pembicaraan AS–Iran di Pakistan. Media Iran menyebut Teheran membantah laporan delegasi telah tiba untuk perundingan yang dijadwalkan mulai Sabtu, dan menyiratkan pembicaraan bisa tertahan jika Washington tidak memenuhi komitmen terkait gencatan senjata di Lebanon. Di saat yang sama, Presiden Donald Trump memperkeras retorika terhadap rencana Iran mengenakan biaya lintas kapal di Hormuz; Wall Street Journal mengutip seorang anggota parlemen Iran yang menyebut Iran meraup US$2 juta dari biaya pada beberapa kapal.

Ke depan, arah minyak diperkirakan tetap headline-driven: realisasi pemulihan arus kapal di Hormuz, hasil pembicaraan akhir pekan, serta perkembangan risiko serangan terhadap infrastruktur energi akan menjadi penentu apakah koreksi mingguan berlanjut atau harga kembali memantul di tengah pasokan yang masih rapuh. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai