• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 11:12  |

Indeks Dolar Menguat: Hari ini Iran Jadi Penentu Arah

Harga minyak menguat dalam perdagangan yang bergejolak, sementara sentimen ekuitas melemah menjelang tenggat Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk mencapai kesepakatan damai. Sinyal gencatan senjata yang masih tentatif membantu meredakan kekhawatiran sesaat, namun risiko eskalasi kembali menahan pelaku pasar untuk mengambil posisi agresif.

Brent naik 1,6% dan diperdagangkan di atas US$111 per barel, setelah berayun antara penguatan dan pelemahan menjelang batas waktu Selasa pukul 20.00 ET. Pada saat yang sama, dolar AS menguat 0,1%, mempertegas posisinya sebagai aset lindung nilai yang paling dicari selama perang Iran.

Pasar saham global bergerak fluktuatif setelah sempat menguat pada Senin karena harapan gencatan senjata. Namun ketidakpastian terkait konflik membuat investor kembali menahan diri, dengan futures indeks saham AS turun 0,5%. Di Asia, indeks saham memangkas kenaikan awal dan bertahan naik 0,3%, dipimpin sektor teknologi yang dinilai lebih rendah eksposurnya terhadap konflik yang memasuki pekan keenam.

Fokus investor tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis bagi arus minyak Timur Tengah. Trump menegaskan kebebasan navigasi harus menjadi bagian dari kesepakatan, dan kembali mengangkat ancaman serangan ke infrastruktur Iran jika syarat AS tidak dipenuhi. Lingkungan ini membuat pasar mudah berbalik arah mengikuti perkembangan headline, karena risiko gangguan pasokan dan respons kebijakan menjadi variabel utama.

Indikasi kehati-hatian juga terlihat pada pasar valuta asing. Ukuran volatilitas satu bulan mata uang G-10 milik JPMorgan naik ke 7,98%, masih dalam kisaran terbaru namun mencerminkan meningkatnya kewaspadaan menjelang tenggat. Sejumlah analis menilai pasar akan tetap sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah, dengan bias pergerakan yang cepat berubah seiring aliran berita.

Di aset lain, emas bergerak naik-turun di sekitar US$4.650 per ons, sementara yield US Treasury 10 tahun naik dua basis poin ke 4,35% dan Bitcoin turun lebih dari 1,5% ke sekitar US$68.700. Selain geopolitik, pasar juga menunggu rilis data inflasi pekan ini, setelah data Senin menunjukkan sektor jasa AS melambat pada Maret disertai penurunan tenaga kerja dan kenaikan harga input.

5 Poin Terpenting :

- Brent naik 1,6% di atas US$111/barel menjelang deadline Trump Selasa 20.00 ET.

- Dolar AS menguat 0,1% sebagai safe haven utama di tengah ketidakpastian perang.

- Sentimen ekuitas melemah: futures AS turun 0,5%, saham Asia hanya naik 0,3% setelah memangkas kenaikan.

- Pasar fokus pada Selat Hormuz dan risiko gangguan pasokan; Trump menegaskan navigasi bebas harus masuk kesepakatan.

- Volatilitas lintas aset tetap tinggi: emas sekitar US$4.650, UST 10Y 4,35%, Bitcoin turun ke US$68.700.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai