Harga Minyak Naik Tipis setelah Trump Tegaskan Ancaman Serang Infrastruktur Iran
Harga minyak menguat tipis pada Senin (6/3) setelah Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan ancamannya untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Republik Islam itu tidak menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz. Pasar menilai retorika tersebut memperbesar risiko geopolitik dan memperpanjang ketidakpastian atas kelancaran arus energi di jalur pelayaran strategis itu.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 0,78% dan ditutup di US$112,41 per barel. Sementara patokan global Brent menguat 0,68% dan menetap di US$109,77 per barel.
“Kita harus punya kesepakatan yang bisa saya terima, dan bagian dari kesepakatan itu adalah kami ingin lalu lintas bebas untuk minyak dan semua hal lainnya,” kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers pada Senin.
Trump kembali menekankan tuntutannya agar Iran membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa pukul 20.00 waktu AS (ET). Ia mengatakan meyakini kepemimpinan Iran sedang bernegosiasi dengan itikad baik.
“Saya bisa katakan ada pihak yang aktif dan bersedia di sisi lain,” ujar Trump. “Mereka ingin bisa membuat kesepakatan. Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak.”
Trump kemudian mengancam akan melumpuhkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran dalam waktu empat jam setelah tenggat Selasa jika tidak ada kesepakatan. “Mereka butuh 100 tahun untuk membangunnya kembali,” kata Trump.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id