• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 February 2026 19:27  |

Minyak Naik Lagi, Hormuz & Geneva Jadi Pemicu

Harga minyak menguat saat pasar menimbang satu pertanyaan besar: apakah pembicaraan AS–Iran cukup untuk menahan konflik, sementara negosiasi damai Rusia–Ukraina kembali mentok tanpa hasil jelas. Kombinasi dua jalur geopolitik ini bikin “risk premium” sulit hilang dari harga minyak.

Patokan global Brent naik mendekati $69 per barel setelah sehari sebelumnya ditutup hampir 2% lebih rendah. Kekhawatiran pasar ikut dipanaskan oleh laporan Axios yang menyebut bila terjadi operasi militer AS, skenarionya bisa berupa kampanye beberapa minggu, bukan operasi singkat.

Risiko konflik paling sensitif ada di Selat Hormuz—jalur vital ekspor energi kawasan penghasil minyak terbesar dunia. Pembicaraan nuklir sejauh ini belum menghasilkan kesimpulan final: Iran mengklaim ada “kesepakatan umum” soal syarat deal potensial, sementara pihak AS menyebut negosiator Iran akan kembali ke Jenewa membawa proposal baru dalam dua minggu.

Di saat yang sama, jalur damai Ukraina kembali memicu ketegangan. Pertemuan hari kedua di Jenewa berakhir cepat (sekitar dua jam / kurang dari 90 menit dalam laporan pasar), dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Moskow sengaja mengulur proses. Rusia menyebut pembicaraan “sulit namun profesional” dan mengisyaratkan putaran lanjutan akan digelar segera.

Ketegangan Iran juga terasa di lapangan: Teheran menyatakan menutup sementara sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam untuk latihan militer, sementara AS dilaporkan mengirim kapal induk kedua ke kawasan. Konsultan Oilytics, Keshav Lohiya, menilai harga masih cenderung stabil di kisaran $65–$70, karena ada sinyal progres diplomasi meski aktivitas militer meningkat.

Pada perdagangan terbaru, Brent April naik 2,4% menjadi $69,07 per barel pada 12:11 siang di London, sementara WTI Maret diperdagangkan di $63,88 per barel. Pasar kini menunggu apakah “progres” AS–Iran benar-benar menurunkan risiko, atau justru dinamika Hormuz dan buntu-nya Geneva membuat premi geopolitik bertahan lebih lama.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai