Minyak Turun Tipis, Risiko Iran Mereda
Harga minyak melemah pada Jumat (13/2) dan masih mengarah ke penurunan mingguan kedua beruntun, setelah pasar menilai peluang gangguan pasokan dari konflik AS–Iran mulai mengecil. Brent turun tipis ke $67,46/barel (turun sekitar 0,09% dari sesi sebelumnya), sementara WTI turun ke $62,72/barel (sekitar -0,19%).
Pelemahan ini terjadi karena komentar Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang kesepakatan nuklir dengan Iran dalam sekitar satu bulan ikut menurunkan “risk premium” geopolitik yang sempat mengangkat harga di awal pekan. Untuk kinerja mingguan, Brent diproyeksi turun sekitar 0,8% dan WTI ikut turun sekitar 1,1%.
Dari sisi fundamental, tekanan makin terasa setelah IEA memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global lebih lemah, sementara pasokan diproyeksi melebihi permintaan—membuat pasar makin sensitif terhadap narasi “surplus”.
Selain itu, potensi tambahan pasokan juga datang dari Venezuela: Reuters melaporkan AS bersiap memberi kelonggaran yang mempermudah ekspor energi, sementara penjualan minyak Venezuela yang dikelola AS disebut sudah melewati $1 miliar dan diperkirakan bisa menambah $5 miliar lagi dalam beberapa bulan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id