• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 February 2026 09:57  |

Minyak Menguat Saat Risiko Iran Mengalahkan Kenaikan Stok

Harga minyak melanjutkan penguatan untuk hari kedua, saat pelaku pasar lebih menaruh perhatian pada ketegangan AS–Iran dibanding sinyal suplai yang membengkak. Risiko geopolitik kembali masuk sebagai “premi” di harga, membuat sentimen pasar condong defensif meski data pasokan memberi alasan untuk berhati-hati.

Di awal perdagangan Asia, Brent bergerak mendekati US$70 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$65. Pasar menimbang beberapa laporan terkait Iran—mulai dari potensi langkah penegakan yang lebih agresif terhadap arus minyak Iran hingga kemungkinan penambahan kekuatan militer AS di kawasan bila negosiasi nuklir tidak menghasilkan titik temu.

Di sisi suplai, Amerika Serikat justru memberi sinyal longgar. Persediaan minyak mentah AS dilaporkan naik tajam 8,5 juta barel pada pekan lalu dan menjadi yang tertinggi sejak Juni, menurut data resmi EIA—angka yang biasanya menekan harga karena mengindikasikan pasokan menumpuk. Namun kali ini, “headline risk” dari Timur Tengah lebih dominan menahan tekanan tersebut.

Pasar juga menunggu laporan bulanan International Energy Agency (IEA) yang berpotensi kembali menyoroti risiko surplus global tahun ini—narasi yang belakangan sering muncul dari sejumlah bank besar. Dengan kata lain, fundamental suplai masih berpotensi menjadi rem, tetapi untuk saat ini, arah harga lebih banyak ditarik oleh geopolitik dan persepsi risiko gangguan pengiriman.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada Venezuela. Pernyataan pejabat energi AS menyebut ada pembelian minyak Venezuela oleh China yang sebelumnya dibeli pihak AS, menggarisbawahi bagaimana arus minyak dan kebijakan energi makin berkelindan dengan dinamika geopolitik.

Dari sisi struktur pasar, spread prompt Brent masih berada dalam pola backwardation (harga kontrak terdekat lebih tinggi daripada kontrak berikutnya), sebuah sinyal bahwa kondisi jangka pendek masih relatif ketat meski isu stok dan surplus membayangi.

Brent untuk penyelesaian April tercatat naik 0,3% ke US$69,60 per barel pada 10:47 waktu Singapura, sementara WTI untuk pengiriman Maret menguat 0,4% ke US$64,86.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai