Minyak Sedikit Melemah, Pasar Mencerna Sanksi Baru Rusia + Hormuz
Harga minyak sedikt melemah di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi pasar masih “mencerna” isu Hormuz—jadi turunnya tidak terlalu dalam. Brent terakhir di sekitar $69,05/barel (+0,01%), sementara WTI di $64,32/barel (-0,06%). Pergerakan ini nunjukin pasar lagi tarik-ulur: risk premium masih ada, tapi trader juga mulai ambil posisi lebih hati-hati.
Fokus utama tetap Selat Hormuz. AS baru ngeluarin arahan ke kapal berbendera AS supaya melintas sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran dan menolak secara verbal kalau ada permintaan naik kapal. Isunya sensitif karena sekitar seperlima konsumsi minyak global lewat jalur ini—jadi tiap eskalasi kecil bisa cepat berubah jadi ketakutan soal pasokan.
Di sisi lain, ada faktor Rusia yang ikut bikin pasar nggak bisa santai. Uni Eropa mengusulkan perluasan sanksi yang untuk pertama kalinya menarget pelabuhan di negara ketiga (Georgia & Indonesia) yang menangani minyak Rusia—langkah yang bisa memperketat arus logistik dan asuransi/maritim terkait ekspor Rusia.
Bumbunya belum habis: India juga disebut mulai mengalihkan pembelian—Indian Oil membeli 6 juta barel dari Afrika Barat & Timur Tengah, menghindari minyak Rusia seiring upaya New Delhi membangun ruang negosiasi dagang dengan Washington. Kalau tren ini meluas, peta aliran minyak ke Asia bisa makin berubah. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id