Minyak Naik, Pasokan Venezuela–Iran Jadi Sorotan
Harga minyak naik untuk hari kedua pada Jumat dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan ketiga. Kenaikan ini dipicu ketidakpastian pasokan dari Venezuela serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan produksi di Iran akibat situasi yang memanas.
Pada perdagangan pagi, Brent naik sekitar 0,7% ke kisaran US$62,39 per barel, sementara WTI menguat sekitar 0,6% ke US$58,11 per barel. Sehari sebelumnya, kedua acuan melonjak lebih dari 3% setelah sempat melemah dua hari beruntun.
Pelaku pasar menilai hambatan aliran minyak yang terkena sanksi dan sinyal permintaan yang masih stabil sementara ini mampu menutupi kekhawatiran oversupply di 2026. Ketegangan geopolitik memperkuat sentimen bullish dalam jangka pendek.
Dari Venezuela, harga terdorong setelah Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu dan menyatakan AS akan mengontrol sektor minyak negara tersebut. Pasar kini fokus pada bagaimana minyak Venezuela yang menumpuk di penyimpanan akan dijual dan dikirim dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah perusahaan seperti Chevron, pedagang minyak global Vitol dan Trafigura, serta pihak lain disebut bersaing untuk memperoleh kesepakatan pemerintah AS untuk mengekspor minyak Venezuela. Pemerintah AS juga menyatakan akan mengendalikan penjualan minyak Venezuela dan pendapatannya dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
Sementara itu, situasi di Iran menambah kekhawatiran pasokan karena kerusuhan sipil yang meluas dan adanya laporan pemadaman internet. Meski begitu, analis mengingatkan stok global yang cenderung naik dan bayang-bayang oversupply tetap bisa membatasi reli harga minyak, kecuali risiko geopolitik benar-benar meningkat lebih jauh.
5 inti poin:
1. Minyak naik hari kedua dan menuju kenaikan mingguan ketiga.
2. Pendorong utama: risiko pasokan Venezuela dan meningkatnya kekhawatiran dari Iran.
3. Trump mengklaim AS akan mengontrol sektor minyak Venezuela, pasar fokus pada skema penjualan minyak di storage.
4. Chevron, Vitol, Trafigura dan lainnya berebut peluang kontrak ekspor minyak Venezuela.
5. Unrest Iran menambah risiko, tapi oversupply global masih bisa membatasi kenaikan jika situasi tidak eskalasi.(asd)
Source: Trading Economics