Minyak Rebound, Pasar Nunggu ‘Arah’ Venezuela
Harga minyak kembali menguat pada Kamis (8/1), memangkas sebagian penurunan dua sesi sebelumnya, saat pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengendalikan arus minyak Venezuela.
WTI (Feb) berada di sekitar $57,1/barel, sementara Brent berada di kisaran $61,2/barel.
Narasi utamanya tetap soal “siapa pegang aliran minyak”: AS disebut ingin mengatur penjualan minyak Venezuela dan mulai dari menawarkan stored crude, sementara PDVSA menyatakan sedang bernegosiasi dengan Washington lewat skema mirip kerja sama yang pernah dipakai Chevron.
Pasar menilai dampak terbesar bukan langsung lonjakan produksi Venezuela, melainkan pergeseran rute perdagangan—lebih banyak barel mengalir ke AS dengan konsekuensi pengurangan porsi pembeli utama di Asia.
Meski ada katalis bullish dari sisi geopolitik, kenaikan harga masih ketahan oleh kekhawatiran pasokan global yang longgar di awal 2026—apalagi jika ekspor Venezuela meningkat di saat OPEC+ dan produsen lain juga menjaga suplai tetap tinggi.
Di luar Venezuela, pasar juga memantau faktor teknikal/arus dana: periode rebalancing indeks komoditas tahunan berpotensi memunculkan “flow” tambahan ke minyak dalam beberapa hari ke depan, yang bisa bikin harga lebih volatil meski tren besar masih ditentukan oleh supply-demand global. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id