• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

8 January 2026 03:18  |

Minyak Turun Terkait Pernyataan Trump soal Ekspor Minyak Venezuela

Harga minyak kembali turun pada Rabu (7/1) ketika investor mencerna kesepakatan Presiden AS Donald Trump untuk mengimpor minyak mentah Venezuela hingga senilai US$2 miliar, sebuah langkah yang akan menambah pasokan ke konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 77 sen atau 1,3% menjadi US$59,94 per barel pada pukul 1:58 siang EST (18:59 GMT), sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,14 atau 2% menjadi US$55,99 per barel. Kedua patokan tersebut sudah turun lebih dari US$1 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya, karena pelaku pasar memperkirakan pasokan global akan melimpah tahun ini.

Kesepakatan antara Washington dan Caracas pada awalnya dapat mengharuskan pengalihan rute kargo yang sebelumnya ditujukan ke China, kata sejumlah sumber kepada Reuters.

KAPAL TANKER BERBENDERA RUSIA (KOSONG) DISITA

Venezuela memiliki jutaan barel minyak yang sudah dimuat di kapal tanker dan di tangki penyimpanan, yang tidak bisa mereka kirim sejak pertengahan Desember akibat blokade ekspor yang diberlakukan oleh Trump. Blokade tersebut merupakan bagian dari kampanye tekanan AS terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang berpuncak pada penangkapan Maduro oleh pasukan AS pada akhir pekan lalu.

Pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan Maduro sebagai penculikan dan menuduh AS berupaya mencuri cadangan minyak besar milik negara tersebut.

Venezuela akan “menyerahkan” antara 30 juta hingga 50 juta barel “minyak yang dikenai sanksi” kepada AS, tulis Trump dalam unggahan media sosial pada Selasa.

“Volume itu cukup kecil jika dilihat dalam konteks yang lebih besar,” kata Ole Hvalbye, analis komoditas di SEB. “Jika melihat total SPR (Strategic Petroleum Reserve / Cadangan Minyak Strategis) AS, saat ini sebesar 413 juta barel. Jadi dibandingkan dengan 30 atau 50 juta barel, volumenya tidak terlalu besar.”

AS juga menyita sebuah kapal tanker kosong berbendera Rusia yang terkait Venezuela di Samudra Atlantik pada Rabu.

Memberi sedikit dukungan pada harga, stok minyak mentah AS turun 3,8 juta barel menjadi 419,1 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Januari, kata Energy Information Administration (EIA). Para analis sebelumnya memperkirakan justru akan terjadi kenaikan 447.000 barel.

Stok bensin AS meningkat 7,7 juta barel dalam sepekan, kata EIA, dibanding ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 3,2 juta barel.

Persediaan distilat—yang mencakup diesel dan minyak pemanas—naik 5,6 juta barel dalam sepekan, dibanding ekspektasi kenaikan 2,1 juta barel.

Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak bisa mengalami surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026, didorong oleh pertumbuhan permintaan yang lemah tahun lalu dan meningkatnya pasokan dari produsen OPEC maupun non-OPEC.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai