• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

7 January 2026 03:21  |

Ditengah Kekhawatiran Surplus: Minyak Melemah 1%

Harga minyak melemah pada Selasa (6/1), ketika pasar kembali fokus pada cerita besar 2026: pasokan global yang dinilai bakal longgar. Ketidakpastian soal Venezuela usai penangkapan Nicolás Maduro oleh AS memang jadi perhatian, tapi pelaku pasar menilai risiko itu belum cukup untuk mengubah keseimbangan suplai-permintaan dalam waktu dekat.

Pada perdagangan siang waktu AS, Brent turun 1,1% ke US$61,07 per barel, sementara WTI turun 1,4% ke US$57,53. Analis PVM Oil Tamas Varga mengatakan masih terlalu dini menilai dampak penangkapan Maduro terhadap neraca minyak, namun satu hal terlihat jelas: pasokan 2026 diperkirakan tetap memadai, baik ada tambahan produksi Venezuela maupun tidak.

Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global tahun lalu sekitar 900 ribu barel per hari, lebih rendah dari tren historis 1,2 juta bph. Di sisi suplai, bank itu mencatat produksi OPEC naik 1,6 juta bph dan non-OPEC naik 2,4 juta bph antara kuartal IV 2024 dan kuartal IV 2025—membuat 2026 dimulai dengan posisi suplai yang sangat kuat. Imbasnya, pasar berisiko masuk surplus hingga 3 juta bph pada paruh pertama 2026.

Nada hati-hati juga muncul dari survei Reuters pada Desember: pelaku pasar menilai harga minyak tahun ini berpotensi tertekan karena suplai bertambah saat permintaan tak cukup agresif. Fokus berikutnya ada pada data persediaan AS—API merilis estimasi stok pada Selasa malam waktu setempat, disusul data resmi pemerintah pada Rabu. Jika stok kembali naik, tekanan ke harga bisa berlanjut.

Isu Venezuela tetap jadi variabel tambahan. Penangkapan Maduro membuka spekulasi soal masa depan embargo minyak Venezuela dan peluang kenaikan output. Namun menurut Rystad Energy, tambahan pasokan yang realistis dalam 2–3 tahun ke depan kemungkinan hanya sekitar 300 ribu bph dengan belanja tambahan terbatas—sementara skenario produksi besar membutuhkan komitmen modal internasional dan waktu panjang.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai