Emas Anjlok di Tengah Penguatan Dolar dan Meningkatnya Sentimen Risiko
Harga emas (XAU/USD) melemah pada hari Selasa (21/10) setelah kembali menguji rekor tertingginya di dekat $4.380 pada hari Senin.
Penurunan ini terjadi seiring Dolar AS (USD) memperpanjang reli pemulihannya dan para pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan yang berlebihan. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.175, turun lebih dari 4% dalam sehari dan mencatat level terendah lima hari.
Meningkatnya selera risiko menekan harga emas karena investor menunjukkan optimisme hati-hati di tengah harapan meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sejumlah berita positif telah memicu ekspektasi bahwa tarif 100% yang diancam akan diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap semua impor dari Tiongkok mulai 1 November kemungkinan besar dapat dihindari.
Nada yang lebih lunak ini mendorong aset berisiko dan memperkuat penguatan Dolar AS baru-baru ini. Meski begitu, ketidakpastian masih membayangi, mengingat retorika Trump yang sulit diprediksi dan rapuhnya proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Kendati demikian, prospek jangka menengah emas tetap positif meski terjadi penurunan. Ekspektasi terhadap perubahan kebijakan moneter yang lebih dovish dari Federal Reserve (Fed) terus mendukung daya tarik logam mulia ini, karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.
Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan AS yang masih berlangsung serta risiko geopolitik dan ekonomi yang belum mereda tetap menjaga aliran dana ke aset-aset safe haven seperti emas.(yds)
Sumber: FXStreet.com