Abaikan Redanya Ketegangan Dagang, Emas Dekati Rekor
Harga emas naik dan diperdagangkan mendekati rekor tertingginya karena investor terus memburu logam kuning ini, meskipun ketegangan dagang AS–Tiongkok mereda dan ada kemungkinan penutupan pemerintah AS segera berakhir.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan "baik-baik saja" dengan Tiongkok, sesaat sebelum kedua negara kembali ke meja perundingan. Sementara itu, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett menyatakan bahwa penutupan pemerintahan kemungkinan akan berakhir minggu ini.
Perkembangan ini seharusnya bisa mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, namun para pedagang justru memanfaatkan aksi jual pada hari Jumat lalu untuk kembali memborong emas batangan.
Kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank AS “Tidak ada yang lain selain pembeli di pasar emas,”. Penurunan harga “langsung menarik permintaan baru hari ini, menyoroti kuatnya minat beli yang masih tersembunyi dan menunggu momentum.”
Dan Ghali dari TD Securities menyebut lonjakan harga emas kali ini dipicu oleh fenomena “FOMO ekstrem” (takut ketinggalan peluang), dan menambahkan bahwa reli emas kali ini “sebagian besar didorong oleh investor dari negara-negara Barat.”
Logam mulia mengalami lonjakan sepanjang tahun ini. Emas mencatatkan kenaikan selama sembilan minggu berturut-turut dan telah naik lebih dari 60% sepanjang tahun 2025, didukung oleh pembelian bank sentral dan arus masuk dana ke ETF berbasis emas. Permintaan terhadap aset aman juga melonjak akibat ketegangan geopolitik dan dagang, kenaikan defisit dan utang, serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve.
Sementara itu, harga perak bahkan melesat lebih jauh naik sekitar 80% sejak awal tahun didorong oleh faktor makro yang sama. Di London, krisis likuiditas memicu perburuan global terhadap logam ini setelah harga acuan melonjak melampaui kontrak berjangka di New York.
Harga emas spot naik 1,9% menjadi $4.331,81 per ons pada pukul 10:48 pagi waktu New York, mendekati rekor tertinggi $4.379,93 yang dicapai minggu lalu.
Indeks Dolar Bloomberg tidak banyak berubah. Perak naik 0,8% menjadi $52,34 setelah sempat menyentuh rekor $54,48 per ons pada hari Jumat. Harga platinum dan paladium juga ikut naik.(yds)
Sumber: Bloomberg.com