Emas Pecah Rekor Lagi! Apa Rahasianya?
Pada Kamis (16/10/25), harga emas mencetak rekor tertinggi baru dan menguat untuk sesi kelima berturut-turut, seiring sentimen investor yang mencari perlindungan di tengah memanasnya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok, penutupan sebagian pemerintah AS, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga. Emas spot naik 0,8% ke level tertinggi sepanjang masa di $4.241,77 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melonjak 1,2% ke $4.253,70.
Para pejabat AS pekan lalu mengecam kebijakan ekspor logam tanah jarang Tiongkok yang diperluas, menyebutnya ancaman bagi rantai pasokan global, sekaligus mengancam tindakan balasan seperti kontrol ekspor dan tarif atas pembelian minyak Rusia Tiongkok. Pernyataan ini, bersama sinyal The Fed yang menekankan kemungkinan penurunan suku bunga ke depan, dianggap memperkuat dorongan bagi harga emas oleh para analis — termasuk Kyle Rodda dari OANDA yang menyebut konflik dagang dan kebijakan moneter adalah "bahan bakar kuat" untuk emas.
Selain faktor geopolitik dan kebijakan moneter, permintaan besar dari bank sentral dan investor institusional juga ikut mendorong lonjakan emas tahun ini. Emas yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding) menjadi pilihan menarik di lingkungan suku bunga rendah — selama tahun ini harga emas sudah melonjak sekitar 61%. Menurut proyeksi ANZ, harga emas bisa mencapai $4.400 per ons sebelum akhir tahun, seiring meningkatnya kepemilikan ETF emas seperti SPDR Gold Trust yang menyentuh 1.022,60 ton — tertinggi sejak Juli 2022.(asd)
Sumber: Newsmaker.id