Emas Naik Tipis Saat Dolar Lemas
Harga emas bergerak naik pada Kamis, terbantu pelemahan dolar AS setelah The Fed memangkas suku bunga 25 bps dan memberi sinyal jalur pelonggaran bertahap tahun ini. Spot gold naik 0,2% ke $3.668,34/oz (10:11 GMT), masih di bawah rekor $3.707,40 yang tercapai Rabu sebelum ditutup turun 0,8%. Kontrak futures Desember justru terkoreksi 0,4% ke $3.703.
Dolar AS memangkas kenaikan dan mendekati level terendah dua bulan, sementara imbal hasil Treasury 10 tahun turun—kombinasi yang biasanya mendukung emas. Analis City Index/FOREX.com Fawad Razaqzada menilai pelemahan dolar membantu harga, dengan dot plot The Fed mengisyaratkan dua kali pemotongan lagi tahun ini.
Ketua Jerome Powell menyebut langkah ini sebagai pemotongan “manajemen risiko” merespons pelemahan pasar tenaga kerja, dan menegaskan pendekatan “meeting by meeting.” Pelaku pasar kini mem-price in peluang 90% untuk pemangkasan 25 bps lagi pada pertemuan Oktober, sementara narasi suku bunga lebih rendah umumnya positif untuk aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Sentimen bullish tetap terjaga. Analis independen Ross Norman memperkirakan rekor baru berpotensi berlanjut, dan ANZ melihat emas unggul di fase awal siklus pelonggaran, didukung permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Di logam lain, perak naik 0,4% ke $41,84/oz, platinum +1,5% ke $1.383,60, sedangkan paladium turun 0,7% ke $1.146,55.
Poin penting:
Spot gold +0,2% ke $3.668,34; masih di bawah rekor $3.707,40.
Dolar melemah & yield 10Y turun → dukung harga emas.
The Fed potong 25 bps; pasar harga-in peluang 90% cut lagi di Oktober.
Prospek jangka dekat tetap konstruktif: rekor baru berpotensi berlanjut.
Perak naik, platinum menguat, paladium melemah.(ads)
Source: Newsmaker.id