Tarif Baru AS Kacaukan Pasar Emas, Harga Futures Melejit
Harga emas berjangka melonjak lebih dari 1% pada Jumat pagi setelah laporan Financial Times menyebut bahwa impor emas batangan 1-kg kini dikenakan tarif baru oleh AS. Kabar ini bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa emas dan produk farmasi akan dikecualikan dari tarif 39% terhadap pengiriman dari Swiss ke AS.
Di bursa Comex New York, harga emas berjangka naik ke sekitar $3.463 per ons, sementara harga spot emas justru turun tipis 0,1% ke bawah $3.395. Selisih antara harga futures dan spot kini lebih dari 2%—gap terlebar dalam satu dekade terakhir. Sepanjang 10 tahun terakhir, hanya ada sembilan kali perbedaan harga setinggi ini, enam di antaranya terjadi saat krisis pasar pada April 2020.
Kenaikan tajam harga futures ini mengingatkan pada gejolak yang pernah terjadi di pasar tembaga saat tarif AS mulai diberlakukan pada logam tersebut. Meskipun situasinya kini berbeda, langkah pemerintah AS tetap menimbulkan ketidakpastian besar di pasar logam mulia.
Meski ada gangguan jangka pendek, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang kuat di tengah krisis global dan penurunan kepercayaan terhadap dolar AS. Ketegangan dagang yang terus meningkat justru memperkuat daya tarik emas sebagai safe haven bagi investor global.
Poin Penting:
Tarif baru AS diberlakukan untuk emas batangan 1-kg dari Swiss
Harga emas berjangka naik >1% ke $3.463, harga spot turun 0,1%
Gap harga futures–spot >2%, salah satu yang tertinggi dalam 10 tahun
Emas tetap jadi safe haven di tengah ketidakpastian global dan pelemahan dolar.(ayu)
Summber: Newsmaker.id