Emas Stabil, Menuju Kenaikan Mingguan Jelang Pembicaraan AS-Iran
Harga emas bergerak stabil di kisaran $4.770 per ons pada Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan hampir 2%, didorong harapan jalur diplomasi untuk perang Iran serta pembelian berkelanjutan bank sentral. Pasar kini menanti negosiasi akhir pekan di Islamabad, ketika delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu pejabat Iran, serta rilis inflasi AS pada Jumat sore.
Sentimen geopolitik tetap campuran. Presiden Donald Trump menyatakan “optimis” kesepakatan bisa tercapai, namun juga mengancam Teheran terkait dugaan pengenaan biaya bagi kapal yang melintas Selat Hormuz. Di sisi lain, serangan Israel di Lebanon disebut kembali menguji ketahanan gencatan senjata yang disepakati awal pekan ini.
Dukungan tambahan datang dari dinamika lintas aset: indeks dolar AS turun 1,2% minggu ini, membantu emas yang dihargai dalam dolar. Saham global telah pulih, sementara minyak diperkirakan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Juni, meski ketidakpastian pasokan energi masih menjadi faktor yang terus dipantau.
Namun, risiko inflasi tetap menjadi penahan. Guncangan pasokan energi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar mempertimbangkan skenario suku bunga bertahan tinggi lebih lama, yang umumnya tidak menguntungkan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Risalah rapat The Fed 17–18 Maret juga menunjukkan pejabat menilai konflik menghadirkan risiko dua sisi: inflasi bisa naik, tetapi perang berkepanjangan juga dapat menekan pertumbuhan dan pasar tenaga kerja.
Di sisi permintaan resmi, pasar menyoroti tanda-tanda akumulasi cadangan tetap berjalan: Polandia mempertahankan target cadangan 700 ton, sementara China menambah sekitar 5 ton pada Maret—pembelian bulanan terbesar dalam lebih dari setahun. ANZ menilai koreksi harga baru-baru ini berpotensi memicu penimbunan lanjutan, dengan perkiraan pembelian resmi bank sentral sepanjang 2026 sekitar 850 ton.
Fokus berikutnya bagi pasar adalah hasil pembicaraan Islamabad, arah CPI AS, pergerakan dolar, serta apakah tekanan energi tetap tinggi atau mulai mereda—kombinasi yang akan menentukan apakah emas melanjutkan kenaikan mingguan atau kembali terkoreksi.(gn)
Sumber: Newsmaker.id