Emas Jebol $4.700: Profit Taking + Margin Naik, Sentimen Safe-Haven Luntur!
Harga emas (XAU/USD) jatuh ke area $4.680 pada sesi Asia Jumat pagi, turun sekitar 2,7% hari ini. Tekanan jual muncul setelah reli sebelumnya, saat pasar mulai “ambil untung” dan merapikan posisi.
Pemicu utamanya adalah aksi profit taking di tengah kondisi pasar yang lagi rapuh. Banyak trader menutup posisi emas untuk menutup kerugian dari saham, jadi emas ikut kena efek jual paksa.
Tekanan juga datang dari sisi teknis pasar derivatif: CME kembali menaikkan initial margin untuk kontrak futures emas dan perak. Artinya, trader harus setor jaminan lebih besar untuk tetap pegang posisi—dan ini sering bikin sebagian orang memilih melikuidasi posisi emas.
Di saat yang sama, pelemahan saham teknologi ikut memperparah. Ketika saham turun dan margin makin ketat, sebagian pelaku pasar terpaksa menjual aset yang masih “untung” seperti emas untuk memenuhi kebutuhan jaminan.
Dari sisi geopolitik, meredanya tensi juga bikin permintaan safe-haven melemah. Ada konfirmasi bahwa pejabat AS dan Iran akan menggelar pembicaraan diplomatik di Oman, yang membuat pasar melihat risiko konflik sedikit menurun—dan itu biasanya negatif buat emas.
Namun, emas masih punya potensi penahan penurunan kalau dolar AS melemah. Salah satu isu yang dipantau adalah kekhawatiran soal independensi The Fed, yang bisa menekan USD dan secara teori mendukung komoditas berdenominasi dolar seperti emas.
Pasar juga menanti data Michigan Consumer Sentiment (rilis pendahuluan) yang bisa memengaruhi arah dolar dan ekspektasi suku bunga. Kalau sentimen konsumen melemah tajam, pasar bisa kembali “pricing” skenario pelonggaran—yang biasanya jadi angin segar buat emas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id