• Mon, Feb 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 February 2026 03:54  |

Minyak Turun Mingguan, Iran & OPEC+ Jadi Penentu

Harga minyak menutup pekan ini dengan penurunan mingguan beruntun pertama di 2026, karena pasar mulai menyeimbangkan dua cerita besar: potensi pasokan OPEC+ yang kembali bertambah dan perkembangan negosiasi nuklir AS–Iran yang bisa menekan risk premium. Di sesi Jumat, pergerakan harga relatif tenang menjelang libur Presidents’ Day di AS yang biasanya membuat likuiditas menipis dan gerak harga lebih “mudah tersentak.”

Di penutupan pasar, WTI kontrak Maret nyaris tidak berubah dan settle naik tipis +0,1% di $62,89/barel, sedangkan Brent kontrak April menguat +0,3% ke $67,75/barel. Meski begitu, secara mingguan WTI tetap mencatat sekitar -1%, mempertegas bahwa sentimen pasar masih berat oleh kekhawatiran suplai ke depan dan nada risk-off di aset global beberapa hari terakhir.

Dari sisi geopolitik, perhatian tetap tertuju pada Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyebut AS menambah kehadiran militer di kawasan sebagai “asuransi” bila kesepakatan nuklir tidak tercapai, namun ia juga memberi sinyal optimistis negosiasi bisa berujung sukses. Bagi trader minyak, campuran sinyal seperti ini biasanya menjaga pasar tetap waspada: risiko gangguan suplai masih ada, tetapi peluang eskalasi cepat juga dinilai menurun selama jalur diplomasi masih terbuka.

Di saat yang sama, faktor yang paling menekan harga justru datang dari suplai. Sejumlah delegasi menyebut ada ruang bagi OPEC+ untuk kembali melanjutkan kenaikan produksi mulai April, dengan keyakinan bahwa kekhawatiran “glut/surplus” dinilai berlebihan. Meski belum ada keputusan formal (dan pembahasan resmi menuju pertemuan 1 Maret masih terbatas), sinyal arah kebijakan ini cukup untuk menahan minat beli—apalagi setelah pasar sempat reli di awal 2026 karena headline geopolitik.

Sentimen “pasokan longgar” juga diperkuat diskusi pelaku industri di konferensi energi London yang menilai suplai global berpotensi mengungguli permintaan tahun ini—yang pada akhirnya bisa mendorong inventori naik, terutama di kawasan Atlantik yang ikut mempengaruhi pembentukan harga global. Namun untuk saat ini, efeknya belum sepenuhnya terasa karena masih ada gangguan suplai di sejumlah negara dan penumpukan minyak bersanksi yang membuat distribusi suplai tidak merata.

Kesimpulannya: minyak sedang masuk fase tarik-menarik. Selama pasar melihat peluang tambahan pasokan OPEC+ lebih nyata daripada risiko gangguan Timur Tengah, reli cenderung tertahan dan volatilitas bisa muncul tiba-tiba—terutama saat likuiditas menipis jelang libur dan pasar lebih reaktif pada headline.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai