Emas Tertahan di Bawah $4.600—Nunggu Data Inflasi AS “Buka Arah”
Harga emas (XAU/USD) diperkirakan bergerak datar atau konsolidasi di sesi Asia Selasa(13/1), setelah sehari sebelumnya mencetak puncak tertinggi baru. Emas kini cenderung tertahan di bawah area $4.600 karena pelaku pasar memilih menunggu rilis data inflasi konsumen (CPI) AS yang bisa menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Data CPI ini penting karena memberi petunjuk soal seberapa cepat Federal Reserve bisa mulai menurunkan suku bunga. Jika inflasi melandai, peluang pemangkasan suku bunga biasanya makin terbuka—dolar berpotensi melemah dan emas bisa kembali menguat. Sebaliknya, kalau inflasi masih tinggi, dolar bisa menguat dan emas cenderung tertahan.
Di sisi lain, sentimen positif di pasar saham membuat minat ke aset aman seperti emas sedikit berkurang dalam jangka pendek. Namun, kekhawatiran soal independensi The Fed membuat investor tetap waspada, sehingga tekanan jual emas juga tidak terlalu agresif.
Faktor geopolitik masih menjadi “bantalan” untuk emas, mulai dari isu Venezuela, ancaman langkah militer terkait kerusuhan di Iran, desakan akuisisi Greenland, hingga konflik Rusia–Ukraina. Karena itu, tren besar emas masih dinilai condong naik, dan koreksi turun bisa dilihat sebagai peluang beli—meski kondisi yang mulai jenuh beli membuat pembeli tetap perlu hati-hati. (az)
Sumber: Newsmaker.id