Emas Bertahan di Level Tinggi, Fed Diserang Trump dan Timur Tengah Memanas
Harga emas cenderung stabil setelah melonjak tajam pada hari Senin, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman serius kepada bank sentral AS, termasuk kemungkinan dakwaan pidana, sehingga mendorong investor mencari aset aman seperti emas.
Emas batangan diperdagangkan di kisaran US$4.588 per ons, setelah sebelumnya naik sekitar 2%. Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam pernyataan tertulis dan video, menegaskan bahwa ancaman tersebut harus dilihat sebagai bagian dari tekanan politik yang terus berlanjut terhadap bank sentral. Kondisi ini membuat pasar semakin khawatir terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.
Serangan berulang Trump terhadap The Fed menjadi salah satu pendorong utama harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun lalu. Campur tangan politik dinilai dapat melemahkan kemampuan bank sentral mengendalikan inflasi, menekan dolar AS dan obligasi pemerintah, serta meningkatkan daya tarik emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Pada perdagangan Selasa pagi di Asia, harga emas spot turun tipis 0,2% ke level US$4.587,96 per ons. Indeks Spot Dolar Bloomberg bergerak datar, sementara perak terkoreksi 1,2% setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 6%. Penurunan emas ini dinilai sebagai koreksi teknis setelah reli kuat.
Meski begitu, pelemahan harga emas diperkirakan terbatas karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Trump menyatakan AS akan mengenakan tarif 25% pada negara yang berbisnis dengan Iran. Meningkatnya protes di Iran dan potensi opsi militer AS membuat emas tetap diminati sebagai aset safe-haven, menjaga harganya tetap tinggi di tengah ketidakpastian global. (az)
Sumber: Newsmaker.id