Emas Tembus $4.600, Ketidakpastian The Fed Picu Safe-Haven
Harga emas dan perak melesat ke rekor baru pada Senin (12/1) saat pasar kian “risk-off”, dipicu kekhawatiran atas independensi Federal Reserve menyusul eskalasi penyelidikan kriminal yang menyeret Ketua The Fed Jerome Powell. Investor memburu aset safe-haven, sementara dolar melemah dan volatilitas headline politik AS kembali naik.
Reli ini menguat setelah emas sempat mencetak puncak intraday di area US$4.629/oz, sementara perak sempat menyentuh US$86,22/oz sebelum sedikit turun dari puncaknya.
Sementara Michael Haigh, yang merupakan global head of commodities research Societe Generale, menilai lonjakan emas mencerminkan akumulasi ketidakpastian yang terus bertambah dari minggu ke minggu. Menurutnya, latar yang menopang reli logam mulia belum menunjukkan tanda akan berbalik dalam waktu dekat.
Dari sisi pemicu, pemerintahan Trump makin menekan The Fed, sementara Powell mengungkap adanya grand jury subpoenas dan ancaman proses pidana terkait kesaksiannya soal proyek renovasi kantor pusat The Fed. Powell menyebut situasi ini sebagai bentuk tekanan yang berpotensi mengganggu independensi bank sentral dalam menentukan suku bunga.
Ekspektasi suku bunga juga ikut memperkuat daya tarik emas: pasar masih menimbang ruang pelonggaran lebih lanjut tahun ini—dan setiap sinyal pemangkasan suku bunga cenderung mendukung aset non-imbal hasil seperti emas.
Di saat bersamaan, tensi geopolitik (termasuk Iran) menambah alasan investor memperbesar posisi defensif.
Perak ikut “terbawa arus” reli logam mulia, namun pergerakannya cenderung lebih agresif karena pasar perak relatif lebih kecil dan lebih sensitif terhadap arus masuk-keluar dana.(yds)
Sumber: Newsmaker.id