• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

12 January 2026 13:14  |

Emas Ngegas ke 4.600 Ada “Masalah Besar” di AS?

Emas dan perak sama-sama cetak rekor baru setelah pasar global dikejutkan isu ancaman dakwaan pidana yang mengarah ke Federal Reserve (The Fed), ditambah tensi geopolitik dari protes besar di Iran yang makin panas. Kombinasi ini langsung memicu permintaan aset aman.

Harga emas sempat melesat mendekati US$4.600/ons, sementara perak ikut meroket mendekati US$85/ons. Kenaikan cepat ini menegaskan bahwa investor sedang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian yang meningkat.

Pemicu utamanya datang dari AS: kekhawatiran bahwa independensi The Fed sedang diganggu. Jerome Powell menilai ancaman hukum ini harus dilihat dalam konteks tekanan politik yang lebih luas untuk memengaruhi keputusan suku bunga. Saat pasar merasa kebijakan suku bunga bisa “ditarik” ke ranah politik, kepercayaan terhadap dolar biasanya ikut goyah—dan emas diuntungkan.

Dari sisi geopolitik, situasi Iran menambah “bahan bakar” ke reli. Protes yang memanas dan potensi instabilitas membuat investor makin defensif. Ditambah lagi, pernyataan Trump yang menyebut AS mempertimbangkan berbagai opsi ikut menambah ketegangan dan memperbesar permintaan safe haven.

Reaksi pasar juga jelas: dolar melemah dan futures saham AS turun, sementara emas lanjut menguat. Polanya klasik: saat risiko institusional dan geopolitik naik bersamaan, arus dana cenderung lari ke aset yang dianggap paling aman.

Selain itu, reli emas juga ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga yang masih terbuka tahun ini. Data tenaga kerja AS yang lebih lembek membuat pasar tetap percaya peluang rate cut masih ada. Saat suku bunga turun, biaya peluang memegang emas (yang tidak memberi bunga) jadi lebih kecil, sehingga emas makin atraktif.

Ke depan, pasar akan memantau keputusan terkait tarif AS, komentar pejabat bank sentral, dan perkembangan Iran. Selama isu “Fed vs politik” dan tensi geopolitik belum mereda, emas dan perak berpotensi tetap bergerak agresif dengan volatilitas tinggi.

5 Poin Inti :

- Emas dan perak cetak rekor karena risiko The Fed dan geopolitik Iran naik bersamaan.

- Kekhawatiran utama: independensi The Fed dipertanyakan, dolar tertekan, emas diuntungkan.

- Protes Iran menaikkan permintaan safe haven, bikin logam mulia makin diburu.

- Dolar melemah, futures saham turun, emas makin kuat: pasar masuk mode defensif.

- Fokus berikutnya: agenda tarif AS, komentar The Fed, dan update geopolitik yang bisa memicu swing besar.(asd)

Sumber: Bloomberg

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai