Emas Naik Tipis Jelang Fed; Perak Dekati Rekor Tertinggi
Harga emas bergerak sedikit lebih tinggi pada hari Selasa (9/12), karena pasar logam bersikap defensif menjelang pertemuan Federal Reserve AS pekan ini, yang berpotensi menentukan sentimen risiko untuk sisa tahun ini.
Pada pukul 08.50 waktu setempat (13.50 GMT), emas spot naik 0,2% ke $4.199,20 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas pengiriman Februari menguat 0,3% ke $4.228,95 per troy ons.
Logam mulia berwarna kuning ini memang menunjukkan sedikit pelemahan sejauh ini di bulan Desember, namun masih bertahan dengan empat bulan beruntun kenaikan besar berkat euforia pasar terhadap prospek suku bunga AS yang lebih rendah.
Pemangkasan Suku Bunga The Fed Largely Priced In, Prospek Masih Tidak Pasti
The Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan dua hari yang berakhir hari Rabu.
Taruhan pemangkasan ini menguat setelah data akhir pekan lalu menunjukkan indeks harga PCE — ukuran inflasi favorit The Fed — sedikit mendingin pada September.
Namun analis OCBC mencatat bahwa peluang terjadinya “hawkish hold” dari The Fed justru meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama karena bank sentral tersebut tidak memiliki sejumlah data ekonomi penting untuk Oktober dan November saat memasuki pertemuan kali ini.
Meski begitu, prospek suku bunga yang lebih rendah telah mendorong harga emas dalam beberapa bulan terakhir, karena ekspektasi turunnya imbal hasil utang AS membuat investor melirik aset tanpa imbal hasil (non-yielding) seperti emas.
Perak Bertengger di Dekat Rekor Tertinggi
Platinum spot tercatat stabil di sekitar $1.669,25 per troy ons, sementara perak spot naik 1,9% ke $59,29 per troy ons setelah pekan lalu sempat melesat ke rekor tertinggi $59,3474 per troy ons.
Logam putih tersebut, yang telah lama dipandang sebagai alternatif safe haven selain emas, terdorong oleh euforia spekulatif yang berpusat pada ekspektasi penurunan pasokan perak dalam beberapa tahun ke depan. Penetapan perak sebagai mineral kritis oleh AS juga ikut meningkatkan daya tarik logam ini.
Sepanjang tahun ini, harga perak sudah lebih dari dua kali lipat, mengungguli kinerja emas, karena mahalnya harga emas batangan (bullion) mendorong sebagian trader beralih mencari eksposur safe haven alternatif melalui perak.(yds)
Sumber: Reuters.com