Emas Masih Sideways, Pasar Deg-degan Menunggu The Fed
Harga emas spot terhadap dolar AS (XAU/USD) bergerak sideways dan tetap berada dalam kisaran sempit yang sudah bertahan sekitar satu minggu terakhir pada sesi Asia hari Selasa(9/12). Para pelaku pasar cenderung menahan diri dan memilih tidak banyak ambil posisi besar menjelang keputusan suku bunga FOMC pada hari Rabu. Fokus utama akan tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru The Fed, termasuk dot plot (proyeksi suku bunga ke depan), serta konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell yang bisa memberi sinyal lebih jelas soal arah kebijakan pemangkasan suku bunga berikutnya. Hasil pertemuan ini berpotensi menggerakkan dolar AS sekaligus memberi dorongan tren baru bagi emas, yang tidak menawarkan imbal hasil bunga.
Untuk saat ini, ekspektasi yang makin kuat bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga minggu ini, ditambah taruhan pasar bahwa pemangkasan lanjutan bisa berlanjut hingga tahun 2026, membuat upaya penguatan dolar AS tertahan. Greenback masih kesulitan bangkit dari level terendahnya sejak akhir Oktober yang terbentuk pekan lalu. Kondisi ini secara tidak langsung membantu mempertahankan daya tarik emas, karena dolar yang lemah biasanya membuat logam mulia ini lebih menarik bagi pembeli di luar AS.
Selain faktor suku bunga, emas juga tetap mendapat dukungan dari risiko geopolitik yang terus berlangsung, terutama perang Rusia-Ukraina yang belum mereda, serta sentimen pasar global yang masih berhati-hati. Hal ini membuat emas tetap dilirik sebagai aset safe haven. Namun, dari sisi teknikal, analis menilai masih terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwa XAU/USD sudah mencapai puncak (top) jangka pendek dan siap turun dalam tren besar. Diperlukan sinyal aksi jual yang lebih kuat dan berkelanjutan sebelum pasar benar-benar yakin emas akan masuk fase depresiasi signifikan dalam waktu dekat. (az)
Sumber: Newsmaker.id