Emas Jalan di Tempat Jelang Keputusan The Fed
Harga emas bergerak tenang di awal pekan, dengan pelaku pasar enggan membuka posisi baru menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu (8/12).
Pasangan XAU/USD masih berkonsolidasi di sekitar US$4.210 per ons, bertahan dalam rentang sempit yang sudah terbentuk selama sekitar satu minggu terakhir. Pasar menilai rapat The Fed kali ini sebagai momen penting, karena diperkirakan akan menjadi pemangkasan suku bunga terakhir di 2025, yang bisa membawa Fed Funds Rate turun ke kisaran 3,50%–3,75%.
Namun, data inflasi PCE terbaru dan indikator tenaga kerja yang cenderung campuran membuat pelaku pasar mulai mempertimbangkan skenario bahwa The Fed bisa lebih hati-hati dalam melanjutkan pelonggaran sepanjang 2026.
Ekspektasi bahwa bank sentral tidak akan terlalu agresif memangkas suku bunga ikut membantu menstabilkan dolar AS dan mendorong imbal hasil obligasi AS sedikit lebih tinggi, sehingga pergerakan emas sementara ini tertahan.
Meski begitu, alat CME FedWatch masih menunjukkan pasar memperkirakan sekitar 87% peluang terjadinya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan ini.
Dari sisi aliran dana, minat terhadap emas sebagai aset investasi tetap solid. Laporan World Gold Council per 5 Desember mencatat bahwa ETF emas global membukukan arus masuk selama enam bulan berturut-turut hingga November, dengan tambahan sekitar US$5,2 miliar dan nilai aset kelolaan mencapai rekor US$530 miliar.
Di luar faktor suku bunga, ketegangan geopolitik – mulai dari perang Rusia–Ukraina hingga memanasnya hubungan Thailand–Kamboja – ikut memberi dukungan tambahan bagi emas sebagai aset safe haven, meski untuk sementara harganya masih “terkunci” dalam pola konsolidasi sambil menunggu sinyal berikutnya dari The Fed.(yds)
Sumber: FXstreet.com