Emas Naik Tipis, Apa Pasar Makin Yakin Cut Rate?
Harga emas menguat pada perdagangan Senin (8/12), yang didorong ekspektasi semakin kuat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada rapat kebijakan pekan ini.
Harga emas spot naik sekitar 0,3% ke US$4.209,43 per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun tipis 0,1% ke US$4.239,40 per ons. Di saat yang sama, indeks dolar melemah dan bergerak dekat posisi terendah satu bulan yang sempat disentuh pada 4 Desember, sehingga membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, menyebut emas saat ini mendapat “bensin ganda”: pelemahan dolar dan ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Fed. Data ekonomi AS terbaru menunjukkan belanja konsumen hanya tumbuh moderat di September, sementara pasar tenaga kerja melemah, dengan penggajian sektor swasta mencatat penurunan paling tajam dalam lebih dari dua setengah tahun pada November.
Kombinasi data yang melemah dan komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat The Fed membuat pelaku pasar, lewat alat FedWatch CME, kini memperkirakan sekitar 87% peluang pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan 9–10 Desember.
Staunovo menambahkan, UBS masih memperkirakan akan ada pemangkasan suku bunga lanjutan tahun depan, yang berpotensi mendorong harga emas ke sekitar US$4.500 per ons.
Sementara di pasar logam mulia lainnya, perak naik 0,3% ke US$58,43 per ons setelah sempat menyentuh rekor baru di US$59,32 pada Jumat. Perak kini sudah berlipat dua sepanjang tahun ini, terdorong defisit pasokan dan statusnya sebagai mineral penting di AS, serta prospek permintaan industri yang membaik seiring stimulus moneter dan fiskal.
Selain itu, platinum menguat 0,6% ke US$1.650,90 dan paladium naik 1% ke US$1.471,26, menunjukkan minat investor terhadap sektor logam mulia masih cukup solid di tengah perubahan besar kebijakan suku bunga global.(yds)
Sumber: Reuters.com